Budi Karya Sumadi Disebut Rugikan Negara, Andar: Jangan Biarkan Jadi Menteri Dua Kali

Jakarta, sketsindonews – Direktur Eksekutif ‘Government Against Corruption & Discrimination (GACD), Andar M Situmorang sebut Menteri Perhuhungan (Menhub) Budi Karya Sumadi rugikan negara hingga Miliaran Rupiah.

Dalam pemberitaan sebelumnya dijelaskan bahwa Budi Karya Sumadi (BKS) terlibat dalam alih Fungsi lahan Pemprop DKI Jakarta saat masih menjabat Direktur Keuangan PT Ancol Jaya (PAJ) 2001-2004.

“Sesuai temuan GACD, Budi Karya Sumadi ini merugikan negara Miliaran Rupiah dari alih fungsi lahan yang sekarang jadi Ancol Beach City Mall,” ungkap Andar saat dihubungi, Selasa (11/06/2019) lalu.

Lalu saat menjabat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura 2, kata Andar, BKS juga melakukan praktek Nepotisme secara sistematis.

“Dulu saat menjabat Dirut Angkasa Pura 2, memonopoli proyek-proyek Nepotisme, sampai sekarang dia via adiknya masih tetap nangani proyek Cleaning Service diseluruh Angkasa Pura 2,” ungkap Andar.

“PT ISS Indonesia mengelola parkir dan cleaning service adalah perusahaan luar yang sebahagian sahamnya dimiliki oleh orang indonesia, apa tidak ada perusahaan Indonesia yang mampu,” tambahnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Andar telah melakuka konsultasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Ini harus diteruskan, Jumat (11/10/19) Kemaren saya sudah konsultasi ke KPK,” ujar Andar, Sabtu (12/10/19).

Secara tegas Andar mengatakan bahwa KPK harus segera mengambil tindakan, serta berharap agar presiden lebih jeli dalam memilih sosok yang mengisi kabinet kerja periode 2019-2024 nanti.

“Presiden jangan biarkan orang seperti ini menjabat menteri dua kali,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, BKS tidak dapat di konfirmasi.