1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

PLN Batam Harus jadi PLN (Persero) untuk Ringankan Beban Masyarakat

oleh
Hotma Ardiansyah, Eks Ketua Mahasiswa Muhammadiyah Kepulauan Riau
47.3K pembaca

Oleh : Hotma Ardiansyah
Eks Ketua Mahasiswa Muhammadiyah Kepulauan Riau

Kota Batam Merupakan Top 1 dalam hal pembayaran Listrik Tertinggi di Indonesia kategori nasional, rata rata tarif listrik untuk rumah tangga di Batam mencapai Rp1.438,59 per kilo watt jam (kWh) sedangkan kota Jakarta menempati posisi ke 2 tertinggi nasional dengan Jumlah Rp1.375,09 pada data tahun 2021.

Menimbang dengan potensi kenaikan tarif listrik tahun demi tahun, hal ini akan sangat menyengsarakan masyarakat kota Batam dalam harga tarif listrik yang kian mahal harganya.

Gambar

Ditambah dalam data yang saya ambil terungkap bahwa PLN Batam setiap tahunya mengalami kerugian (arus kas negatif) hingga Rp54 Miliar per tahun. Hal ini yang memicu dampak kedepannya listrik di Kota Batam akan terus-menerus naik dan tidak akan pernah turun.

Tentu ini menjadi pertanyaan masyarakat mengapa listrik di kota Batam mahal harganya

beberapa faktor yang menjadi analisa penulis:

PLN Persero (BUMN) memiliki anak perusahaan yaitu PLN Batam. Mengapa PLN Batam tidak mau menjadi persero ini menjadi pertanyaaan masyarakat.

PLN Batam bekerja sama dengan pihak pemilik listrik Kelistrikan yang ada di Batam untuk dapat menjalankan operasional kelistrikan agar tetap berjalan diantaranya : (1) PT Dalle Energi Batam, (2) PT Mitra Energi Batam (3) PT Tenaga Tanjung Kasam.

Ironisnya dari 3 perusahaan Power tersebut, PLN Batam wajib menyediakan bahan Baku yang dibutuhkan oleh Perusahaan. Selanjutnya pihak perusahaan power menjual energi yang di hasilkannya kepada PLN Batam, lalu di salurkan kepada masyarakat kota Batam.

PLN Batam akan Selalu mengalami kerugian dan listrik akan terus semakin mahal di kota Batam. Hal ini disebabkan oleh adanya oknum pengontrol harga listrik agar selalu naik.

Dari 3 tolak ukur tersebut, penulis berpendapat agar PLN Batam yang namanya di re-branding menjadi Bright PLN Batam untuk berubah agar tidak terus mengalami kerugian, Maka dengan itu sangat diperlukan sesegera mungkin untuk mengubah PLN Batam ke PLN Persero (BUMN) seutuhnya.

Opini yang saya tulis ini merupakan praktik yang terjadi dalam kacamata pandangan penulis, tahun demi tahun listrik tak henti-hentinya naik, tentu kenaikan ini sangat memberatkan masyarakat kota Batam.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap