Home / Berita / Nasional / Ditengah Pandemi, GARUDA: Rakyat Bantu Rakyat

Ditengah Pandemi, GARUDA: Rakyat Bantu Rakyat

Jakarta, sketsindonews – Peningkatan jumlah penularan virus covid-19 belakangan semakin mengkhawatirkan, hal tersebut juga mendorong pemerintah melakukan PPKM Darurat untuk pulau Jawa dan Bali.

Menanggapi hal tersebut, Gerakan Relawan Untuk Demokrasi (GARUDA), Josua Napitupulu mengajak masyarakat untuk saling menjaga satu dengan yang lain.

Dimana, menurutnya mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) adalah langkah terbaik dalam melindungi orang-orang tersayang.

“GARUDA  kembali bersama berjuang bersama Rakyat, Rakyat bantu rakyat,” pungkas Josua, Senin (5/7/21)

Lebih jauh, Dewan Pembina Garuda Dr. Ir. Kuntjoro Pinardi memaparkan bahwa Pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM ini dikarenakan laju pertambahan warga terpapar virus perharinya terus bertambah di akhir Juni 2021 kemarin dan belum ada kecenderungan berkurang.

Laju bertambahan virus harus dihambat dan dikurangi. “Proses penghambatan kenaikan virus hanya bisa terjadi jika tidak ada masyarakat lagi yang tertular dari orang-orang yang sudah terpapar Corona,” ujarnya.

Penggiat Manajemen Risiko dan Tatakelola ini menjelaskan bahwa laju bertambahan virus harus dihambat dan dikurangi. Dimana proses penghambatan kenaikan virus hanya bisa terjadi jika tidak ada masyarakat lagi yang tertular dari orang-orang yang sudah terpapar Corona.

“Kebijakan PPKM memang membuat pertumbuhan ekonomi melambat dan bahkan tidak ada laju tumbuh sama sekali dan bahkan tumbuh negatif,” ujarnya.

Dia juga menyebut bahwa program ekonomi tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah semata tetapi masyarakat tentunya bisa bersama-sama bisa saling bahu membahu bagaimana ekonomi bisa tumbuh dalam kondisi pandemi ini.

“Salah satunya konsep gotoroyong ekonomi bisa kita bangkitkan kembali dengan cara sebagian masyarakat pemilik penghasilan tetap baik sebagai pegawai pemerintah atau BUMN atau swasta lainnya bisa dengan bijak membelanjakan kebutuhan hariannya,” jelasnya.

“Dana belanja hariannya bisa digunakan untuk membeli makanan dan sembako dari warung masyarakat sekitar tempat tinggalnya masing-masing,” tambah Kuntjoro.

Dengan yakin, Sekjen IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie) ini mengatakan bahwa kondisi pandemi Corona saat ini tidak menghambat kita semua untuk berkarya nyata dalam gerak harmoni bangsa. Dimana tidak kurang dari 2 juta penduduk Indonesia pernah terpapar penyakit ini dan diperkirakan sudah 80 ribu orang meninggal dunia akibat pandemi Corona.

“Kebersamaan kita dalam masyarakat harus menjadi satu, ketika Presiden meminta kita diam dan tidak berpergian. Kita rela tidak kemana-mana, semua ini kita lakukan demi kebaikan bersama sesama warga,” himbaunya.

Dengan cara selalu bersama dalam kehidupan bermasyarakat antar sesama warga di lingkungan tinggal ini, Kuntjoro menyakini bahwa kita bangsa Indonesia membangkitkan kembali salah satu ajaran presiden pertama kita Bung Karno.

Bersama Wong Cilik Bung Karno belajar kehidupan dan membentuk jiwa kepemimpinannya. Bung Karno sejak masa kanak-kanaknya selalu memperhatikan kondisi lingkungan Dia tumbuh. Dalam jiwa seorang Bung Karno rasa keberpihakan kepada masyarakat wong cilik sudah menjadi kesatuan dalam rasa, pikiran dan tindakan nyata.

“Di masa pandemi Corona ini keberpihakan kepada sesama yang terhambat dalam masalah ekonomi harus menjadi ciri-ciri manusia Indonesia sejati. Tidak terbatas pada rasa iba, tetapi tindakan-tindakan kecil dan nyata sebagai warga negara Indonesia harus kita lakukan secara bersama-sama,” tandasnya.

(Eky)

Check Also

Barisan Merah Putih RI Papua Dukung Penegakan Hukum Terhadap Koruptor di Papua

Jakarta, sketsindonews – Aktivis 98, Arlon H P Sinambela menyebut bahwa penegakan hukum tehadap Gubernur …

Watch Dragon ball super