Home / Berita / Dua Kali Sidang, JPU Gagal Datangkan Saksi untuk Menjerat Petinggi Eks Gafatar

Dua Kali Sidang, JPU Gagal Datangkan Saksi untuk Menjerat Petinggi Eks Gafatar

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan dugaan penistaan agama dan makar dengan terdakwa petinggi Eks Gafatar, yaitu Mahful Muis Tumanurung, Abdussalam (alias Ahmad Mushaddeq), dan Andry Cahya, mengalami penundaan. Agenda sidang yang selalu berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr. Soemarno, Cakung, Jakarta Timur ini terpaksa harus ditunda pada hari Senin (9/1) dan Kamis (12/1).

Dalam sidang ke-10 pada hari Senin lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mangkir dan berhalangan hadir. Sidang yang seharusnya mendatangkan saksi dari pihak JPU pun terpaksa hanya berlangsung sekitar 5 menit saja.
Sementara itu, sidang ke-11 yang dimulai pukul 14.26 WIB (12/1) kembali tertunda. JPU yang kali ini menghadiri persidangan kembali gagal menghadirkan saksi yang memberatkan ketiga terdakwa.

“Kami telah memanggil saksi Kartika, namun yang bersangkutan sedang ada rapat di Semarang,” jelas JPU Abdul Rauf.

Majelis Hakim pun meminta JPU untuk memperlihatkan bukti berupa surat pemanggilan saksi. Rencananya, JPU akan mendatangkan saksi tersebut minggu depan, tepatnya pada tanggal 16 Januari 2017 mendatang.
Setelah dua kali sidang terpaksa tertunda, Ketua Majelis Hakim, Muhammad Sirad, mengajak JPU dan Penasihat Hukum (PH) ketiga terdakwa untuk berembuk. Persidangan ini seyogyanya selesai pada pertengahan bulan Maret.
Pasalnya, Mahful M. Tumanurung, Abdussalam dan Andry Cahya telah ditahan sejak 25 Mei 2016 lalu. Mereka sudah menjalani penahanan selama lebih dari tujuh bulan. Batas waktu penahanan ketiganya akan berakhir pada 23 Maret 2017. Apabila persidangan belum juga usai, ketiga terdakwa harus dibebaskan terlebih dahulu sebelum hakim menjatuhkan vonis.

“Majelis sudah sepakat karena sulitnya memanggil saksi, kita sepakat untuk membuat kalender bersama,” ujar Ketua Majelis Hakim, Muhammad Sirad, dalam sidang ke-11 kasus ini (12/1).

“Minggu depan, sidang akan menjadi tiga kali dalam seminggu, yakni hari Senin, Rabu, dan Kamis,” putusnya.

“Bila saksi yang datang lebih dari dua orang, sidang harus dimulai sejak pukul 10 pagi. Untuk sementara ini, terdakwa harus tetap dalam tahanan,” tambahnya.

Kalender persidangan telah diputuskan bersama oleh Majelis Hakim, JPU, dan PH. Persidangan ini direncanakan usai pada tanggal 13 Maret 2017. Pada tanggal tersebut, Majelis Hakim akan membacakan putusan terkait kasus dugaan penistaan agama dan makar yang tengah menjerat para petinggi Eks Gafatar. (Dw)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super