Home / Artikel / Gak Ngelawan Tuh Penataan Jalan Juanda, di Harapkan Warga Menjaga Kawasan Tertib

Gak Ngelawan Tuh Penataan Jalan Juanda, di Harapkan Warga Menjaga Kawasan Tertib

Jakarta, sketsindonews – Gak ngelawan tuh pemilik bangunan liar dalam penataan kawasan kolong rel kereta api jalan Juanda I Jakarta Pusat, akhirnya tertib atas dasar kesadaran semua pihak.

Walaupun diduga kawasan itu ada kepentingan untuk tidak di bongkar (ditata) karena ada setoran sumber yang diterima sketsindonews.com sehingga sudah lama kawasan jalan Juanda I yang merupakan dua wilayah (Kec Sawah Besar dan Gambir) untuk sulit di eksekusi.

Sebanyak 100 personil pasukan gabungan akhirnnya melakukan penataan ketertiban secara kondusif lahan kolong rel kereta api sepanjang 500 M serta gerobak PKL dan bangunan tuna wisma.

Penataan kawasan rel juanda I Gambir

Camat Sawah Besar Prasetyo Kurniawan saat didampingi Kasatpol PP Kecamatan Sawah Besar, Sugiarso secara tegas mengatakan, “Lahan ini di miliki PT KAI. Nantinya lahan nantinya untuk di manfaatkan fungsi RTH atau sarana publik lainnya, kita berkoordinasi dengan PT KAI,” tandasnya.(24/4)

Usai ini penataan akan segera di lanjutkan untuk menghilangkan penampakan kumuh untuk kita hilangkan dengan estetika tampilan baru sehingga jalan ini menjadi labih sepajang rel kereta serta sisi jalan.

“Setelah kita berikan sosialisasi, kita pun menertibkan lokasi ini. Berdasarkan MoU PT KAI dengan Pemprov, lahan untuk RTH dengan alasan tidak untuk tempat komersil,” tambahnya.

Sambung Prasetyo, mengenai pengawasan kedepan setelah penertiban, kita melibatkan dua wilayah. Satpol PP dan warga sekitar, lurah setempat, RT dan RW untuk membantu menjaga wilayah setelah penertiban,” tambahnya.

Dan dirinya mengingatkan, wilayah baik karena faktor warga juga untuk sebagai fungsi kontrol terutama RT RW sehingga untuk tidak secara instan, Kalo warga melarang secara pasti siapapun tidak berani apalagi melakukan di luar hukum, jelasnya.

Data Rawan PMKS

Sementara Kasatpol PP Kecamatan Sawah Besar Sugiarso menjelaskan, beberapa lokasi rawan PMKS di Sawah Besar meliputi 3 titik lokasi.

“Tempat rawan keberadaan PMKS, pertama ada di kolong rel samping Masjid Istiqlal, kedua di dalam Masjid Istiqlal (banyak orang terlantar, red) dan ketiga di lapangan banteng (banyak manusia gerobak, red),” beber Sugiarso.

Menurutnya, PMKS yang kerap ditertibkan pihaknya dari Masjid Istiqlal berasal dari warga luar daerah. Setelah penindakan, para PMKS langsung dikembalikan ke daerah asal mereka oleh pihak Dinsos.

“Di Masjid Istiqlal cenderung banyak PMKS dari luar daerah yang tidak memiliki keahlian khusus. Di kolong rel Juanda, banyak warga luar daerah yang nekat mengadu nasib di Jakarta dan tidak punya tempat tinggal. PMKS di wilayah Sawah Besar didominasi dari warga luar daerah,”.

Sehingga kami tak bosan untuk terus melakukan program Rabu Tertib kawasan titik rawan baik PMKS, manusia gerobak, lintas tikungan untuk senantiasa menjaga norma estetika wilayah, tutup Sugiarso.

nanorame

Check Also

Sebanyak 533 Taruna Akmil Kunjungi Mueum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Yogyakarta, sketsindonews – Sebanyak 533 taruna tingkat 1 dan IV Akademi Militer, Minggu (26/5) mengunjungi …

Watch Dragon ball super