Isu Kesehatan Jadi Syarat Negara Makmur Dan Adil, Ketentuan Yang Tidak Dapat Ditawar

Jakarta, CBN – Praktisi Kesehatan dr. Hanibal Hamidi, M.Kes mengatakan bahwa secara statistik kesehatan itu berkolerasi dengan pertubuhan 10 tahun angka harapan hidup.

“Itu kumudian akan meningkatkan kemajuan dari perspektif pertumbuhan ekonomi itu 0,3 % sampai 0,4 % jadi sungguh sangat besar,” jelas Hanibal dalam program Celoteh Bang Nano.

Sesuai ketentuan yang ditetapkan secara internasional pada tahun 2030 mendatang, yang meletakkan beberapa faktor strategis diisu kesehatan menjadi prasarat untuk mencapai negara yang makmur adil itu sebuah sebuah kepastian sebuah ketentuan yang tidak dapat ditawar.

“Kualitas kesehatan kita semakin menjngkat, angka harapan hidup semakin meningkat, angka kematian ibu menurun, angka kematian anak yang dilahirkan menurun, angka stanting menurun dan juga angka kesakitan menurun, sehingga menyebabkan angka harapan hidup yang meningkat, kecerdasan meningkat, potensi untuk diberikan pengetahuan pada saat stanting terlewati,” paparnya.

Dan pendekatan yang harus dilakukan menurut Hanibal adalah memastikan setiap manusia yang lahir, dimana setiap ibu yang melahirkan dapat dipastikan tidak lagi melahirkan anak yang stanting.

“Artinya Gizi seorang ibu harus dipastikan, gizi yang didalam bahan makanan yang berkualitas harus dipastikan,” katanya.

Lanjutnya, memastikan seorang ibu diperiksa kehamilan pada tempatnya, dengan juga memastikan kebutuhan seorang ibu imunisasi dan lain-lain terpenuhi.

“Seorang ibu melahirkan harus di tempat yang tepat, bukan hanya memastikan seorang bidan tetapi juga peralatannya harus dipastikan,” ujarnya.

Hanibal menekankan bahwa pembangunan kesehatan bukan cara pandang yang berpihak hanya pada orang sakit, tetapi juga orang-orang lebih banyak harus dipastikan kesehatannya, serta juga memastikan pencegahan yang sakit dengan baik dan terbaik.

Lebih Lengkap Saksikan Video Dibawah Ini