Back

Media Terpercaya

Kasus Lokbin Galur, Hak Pedagang di Kebiri Tanpa Pembelaan Pejabat Terkait

Jakarta, sketsindonews – Warga Lokal eks pedagang Lokbin Galur Kecamatan Johar Baru merasa di kebiri dengan janji pemerintah wilayah serta kebijakan Provinsi DKI Sudin UMKM Jakarta Pusat atas revitalisasi Lokbin tersebut.

“Padahal revitalisasi itu dalam quota hampir 200 kios ternyata banyak pedagang baru entah orang dari mana yang masuk karena rekruitmen baru sebagai ajang bisnis pihak pimpinan wilayah Satpel UMKM serta instansi terkait,” ujar Arif Budiman, Jumat (26/6/20).

Dia menyayangkan lurah setempat yang tidak melakukan pembelaan atas penduduk lokal dalam membantu usaha warga, begitupun Camat Johar Baru dalam memberikan iklim kondusif hingga protes warga pedagang tak terelakan.

“Mana itu para pengambil putusan dalam melakukan hal pro rakyat ternyata ini hanya diam walaupun pedagang telah utarakan wanti bahwa ada sesuatu yang tidak benar dilakukan oknum secara sistematis membuat satu skenario menjadi pundi pungli atas pengisian kios,” kata Arif.

Seperti Insiden terjadi salah satu eks pedagang yang tiba-tiba muncul ini terlihat dengan raut wajahnya penuh kesal langsung melampiaskan di hadapan pejabat, lantaran hingga saat ini tidak mendapat kios.

“Saya warga sini, Galur, punya kios kenapa saya tidak dapat. Padahal saya bayar terus. Tolong dong diperhatikan,” cetus Ani dihadapan para pengambil kebijakan dengan nada keras.

Ia pun mengaku, bahwa dirinya sudah berdagang di pasar ini dari tahun 2014 lalu. “Semua surat surat saya komplit dan lengkap dan bayar terus,” terangnya.

Ia berencana dengan puluhan eks pedagang lainnya akan terus menuntut hak untuk mendapat kios. “Kenapa pedagang yang ngontrak dapat, tapi saya yang punya data surat lengkap gak dapat. Masa kios yang kosong, pedagang baru bayar pake duit dapat kios. Saya punya datanya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ia sempat menanyakan kepada Lusden pengelola Lokbin Pasar Abdul Gani tentang kios. Namun Lusden menjawab dengan enteng ini kios harta warisan dan keturunan,” ucap Lusden dengan entengnya.

Ternyata, Lusden Satpel UMKM Kecamatan Johar Baru ternyata orang yang dilindungi padahal kinerja selama ini buruk menambah kekacauan dengan pengangkat para preman sehingga Lokbin Galur terus menuai masalah.

Diperkirakan revilaisasi Lokbin nantinya tetap masih saja menuai masalah, dimana kawasan itu akan ada pedagang di pinggiran jalan untuk berdagang, padahal revitalisasi itu dimaksud bertujuan tidak ada lagi pedagang berada di bahu jalan dan pinggiran pasar lakukan aktifitas ekonomi.

“Artinya revitalisasi itu bukan menata justru kembali membuat persoalan baru serta akan terus berlanjut seiring warga lokal tidak terakomodir dalam ikut berusaha sesuai protes pedagang lingkungan,” papar Ani.

Hal senada juga dikeluhkan, eks pedagang lainnya. Ia mengaku kecewa berat lantaran, sejak Lokbin Pasar Abdul Gani dipegang Lusden Manurung kacau balau.

“Data pedagang lama di tolak sama Sudin dan Dinas PPKUKM akhirnya tidak mendapat kios. Malah kebanyakan pedagang yang menempati kios baru ini padagang baru semua,” ungkapnya.

Diketahui eks pedagang yang berjumlah puluhan ini akan terus menuntut hak nya meski pun melewati jalur hukum.

“Karena pejabat setempat tidak lagi punya nyali pembelaan terhadap persoalan warga lokal, dan selalu alasan akan dicek, diprioritaskan entah “boong” apa lagi karena memang ini sudah bagian konspirasi agar lokbin menjadi kisruh dan dikebiri oleh pejabat tidak pro rakyat,” tandasnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.