Home / Berita / Kasus WNA India di Rusun Kemayoran di Kembangkan, DKI Menjadi Sasaran Agent Asing
Camat Kemayoran Herry Purnama / Foto: Nanorame, sketsindonews.com

Kasus WNA India di Rusun Kemayoran di Kembangkan, DKI Menjadi Sasaran Agent Asing

Jakarta, sketsindonews – Operasi “Biduk” yang gencar di laksanakan Pemprov DKI Jakarta banyak diketemukan adanya pendatang yang tidak lapor selain fenomena adanya indikasi sindikat keberadaan orang Asing pada level penetap di Rusun dan Apartement.

Penyusuran Sketsindo hasil Biduk di Rusun Tahap III Kemayoran, dimana di jaringnya 2 WNA India, ternyata menjadi fakta  ekspansi Asing ada di tengah masyarakat. Sementara, menurut Camat Kemayoran Herry Purnama, setelah di kembangkan penangkapan orang Asing  mereka  berkelompok dalam satu apartment.

“Aparat litsus dari kepolisian terus jajaki kasus ini dan terus mencari tahu keberadaan sisanya.
Kami dan aparat sudah pasang kaki, ada sekitar 30 orang kelompok tersebut, dan katanya sudah berpindah tempat,” ujarnya Herry

Dijelaskan bahwa rentetan ini ada sindikat Asing, paspor hingga dolumen nya di pegang oleh agent penyalurannya yang menjadi sasaran negara dunia III, seperti Indonesia.

Secara terpisah pengamat Sosiolog Prof, DR. Musni Umar, PhD saat di hubungi sketsindonews.com, rabu (03/8) menjelaskan, sangat mengapresiasi pada pihak Pemprov DKI dalam menjalankan operasi Biduk, faktanya memang keberadaan orang Asing sudah muncul secara berkelompok.

Musni Umar Wakil Rektor I Universitas Ibnu Chaldun Jakarta meengingatkan pada Pemprov DKI Jakarta, menyikapi kasus WNA karena lemahnya pengawasan yang di lakukan oleh RT/RW sebagai garda terdepan untuk memfilter keberadaan orang Asing, di tambah kadang mereka juga mudah di omongin oleh uang.

“Modus Asing  dengan memanfaatkan visa tinggal, tapi faktanya mereka mencari kerja sekaligus mencari pasangan wanita Indonesia ‌sehingga ijin tinggal dapat dengan mudah selain dokumen tinggal secara legal,” ujarnya.

“Yah ini fenomena, tapi itu faktanya,” kata Musni.

Ditambahkannya bahwa Pemprov DKI sudah harus melakukan kerja sama dengan Pemerintah Pusat dalam penanganan orang Asing yang sekarang sudah pada tahap mobilisasi Agent Asing.

“Temuan di Kemayoran salah satu motif belum lagi di kawasan lain Tanah Abang Hotel Hunian,  Gedung Apartement, yang tidak pernah tersentuh oleh aparat karena dianggap privasi,” tutup Musni. (Nr)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super