Home / Berita / Kepala UP Terminal Pulogebang: “kwk susah move on”

Kepala UP Terminal Pulogebang: “kwk susah move on”

Jakarta, sketsindonews – Kepala UP Terminal Pulogebang, Nurhayati Sinaga mengungkapkan bahwa pelayanan mobil angkot KWK di terminal tersebut buruk. Hal tersebut yang menyebabkan di jualnya tiket TransJakarta di luar loket.

“Asal tau aja, susah diatur (supir kwk),” ujarnya melalui pesan Whatsapp kepada sketsindonews.com, senin (29/8).

Dia juga membeberkan bahwa ada banyak keluhan dari penumpang, serta supir KWK kurang terbuka.

Baca: Supir KWK Di Terminal Pulogebang Keluhkan Penjualan Tiket TransJakarta Di Luar Loket

“Bus way itu disubsidi pemda sudah sewajarnya dimaksimalkan,” ujarnya menanggapi keluhan supir kwk yang keberatan adanya penjualan tiket di luar loket.

Nurhayati juga menambahkan bahwa dalam pelayanan supir kwk, ada penumpang yang di mintai tarif sampai sebesar Rp 20.000,-.

“Sudah waktunya kwk berbenah diri.  Saya berpikir untuk memudahkan pelayanan saja, apalagi malam hari jauh sekali (penumpang), kasihan penumpang. Tuhan tau hati saya sungguh-sungguh melayani penumpang. Apa lagi dari Jawa semua bawa barang banyak,” paparnya.

Dia mengakui saat ini masih megalami keterbatasan petugas, karena hanya ada 12 orang.

“lihat mas, bagaimana kelakuan supir kwk, susah diajak move on, masa pasang spanduk aja ga boleh. spanduk rute. Darimana penumpang tau info jurusan busway kalau spanduk (petunjuk jalur busway) aja dilarang, kwk kalau mau buat spanduk, silahkan aja,” ungkapnya.

“toh di beberapa tempat kami juga buatkan info semua trayek yang ada di pulogebang,” tambahnya.

Lebih jauh diungkapkan juga bahwa pihaknya tidak mengetahui kwk dengan trayek mana yang beroperasi 24 jam. Dia juga berharap agar setiap pihak saling membantu dalam melayani penumpang, agar penumpang mendapatkan haknya mendapatkan jaminan dalam kota yang bagus apapun jenisnya.

“Sebelumnya penumpang mengeluhkan juga, saat mereka ke busway di cegat oleh kwk. Dulu kwk kita kasi di jalur penumpang turun, tapi mereka sendiri sodok-sodokan ga bisa diatur,” paparnya.

Selain itu, menurut Nurhayati pada awal-awal justru kwk tidak mau melayani penumpang sampai 24 jam, sehingga busway yang akhirnya melayani.

Terkait kelanjutan permasalahan dengan kwk, diakuinya sudah di laporkan kepada Kadishub.

“Kita hanya ingin pelayanan penumpang bagus. itu aja,” pungkas Nurhayati. (Eky/Ep)

Check Also

Komandan Lantamal III Hadiri Sosialisasi Unclos 1982 di Jajaran Koarmada I Tahun 2021

Jakarta, sketsindonews – Komandan Lantamal III Brigjend TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P. menghadiri Sosialisasi Unclos …

Watch Dragon ball super