Home / Apa Kata Mereka / Kok Dibiarkan Mobilisasi PKL Ganggu Akses Jalan, Siapa di Belakangnya….

Kok Dibiarkan Mobilisasi PKL Ganggu Akses Jalan, Siapa di Belakangnya….

Jakarta, sketsindonews – Jika kita melintas kawasan Jalan Sumur Batu Raya Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Kemayoran jelang sore terlihat hiruk pikuk PKL terus penuhi bandar jalan. Hampir selama 2 tahun pembiaran PKL terjadi seakan membuat marka jalan sendiri sebagai tempat berdagang sejak pukul 14.00 – 03.00 WIB dinihari.

Penyempitan jalan selain macet kawasan lintas membuat lebarnya jalan kembali tidak menormalkan lalu lalang kendaraan 2 arah jalan tersebut baik menuju jalan Bendungan Jago – Sunter Kemayoran – ITC Soeparpto.

Kendati fungsi jalan itu sangat lebar, semua ragam makanan gerobak dan tenda merk penjaja semua ada dari mulai cilok hingga kuliner, ujar warga Serdang Harry Pratomo (27). (14/3)

“Mobilisasi PKL tak pernah berkurang bahkan meningkat sehingga tumpah kejalan, apalagi sumber di dapat kawasan itu tak bisa di tertibkan selama ini oleh pemerintah Kelurahan karena menjadi kegiatan ormas tertentu yang sulit di tertibkan.”

PKL di Belakang Siapa

Begitu pula PKL Johar Baru Taman warga interaksi samping Kecamatan hingga menuju akses Kantor Kelurahan Johar Baru di penuhi pedagang yang tak beraturan.

Termasuk sebuah Sekolah Dasar pun tertutup oleh PKL yang kian membludak tak pernah di tertibkan, lagi lagi keberadaan fungsi jalan karena di kordinir ormas tertentu.

Lurah Johar Baru Siswanto saat ditemui sketsindonews menuturkan, ini memang sudah tak nyaman jalan ini bagi publik terlebih berada di dekat Kantor Kecamatan dan Kelurahan, pungkasnya.

Pihaknya masih mencari solusi untuk secara bersama kawasan itu tertib tak menganggu fasilitas publik. Pihaknya akan mengundang keterlibatan masyarakat agar kawasan itu normal serta jalan itu bisa berfungsi.

Sementara Gus Rachman (43) tokoh masyarakat Johar Baru meminta pemko Jakarta Pusat persoalan PKL dalam melakukan giat illegal dan ormas tertentu untuk di tertibkan, siapa dibelakangnya bahwa aktifitas ekonomi yang menganggu ketertiban umum harusnya di larang secara keras.

Walikota harus panggil elemen masyarakat atau ormas yang membuat kawasan jalan publik menjadi masalah bagi kepentingan umum, atas prilaku pembiaran, untuk di cari solusinya, katanya.

“Ini menjadi tantangan pamong baru untuk dapat di selesaikan problematika wilayah setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melantik tugas Lurah, Camat, SKPD, UKPD untuk menjalankan visi dan misi program Gubernur Maju Kotanya, Bahagia Warganya, tutup Gus.

nanorame

Check Also

Yuski Pasien Jantung, Memiliki JKN – KIS Tak di Bedakan

Jakarta, sketsindonews – Sosok pasien bernama Yuski Putra baru saja menjalani perawatan di Rumah Sakit …

Watch Dragon ball super