Home / Artikel / Korban Salah Tangkap, Pendakwah di Duga Lakukan Pencabulan

Korban Salah Tangkap, Pendakwah di Duga Lakukan Pencabulan

Jakarta,skesindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam gelar sidang dakwaan terhadap Ustad Ali Akbar,yang di duga melakukan pencabulan digelar, Selasa 7-02-2017.

Ustad Ali yang kesehariannya mengajarkan Agama kepada Anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, yang berdomisili di daerah Jakarta Timur,kini mendapatkan musibah karena menjadi korban salah tangkap.

Ustad Ali di tuduh telah Melakukan pencabulan terhadap anak berinisial KP. Sehingga sejak 18 Oktober 2016, Ustad Ali mendekam di balik jeruji besi, yang juga merupakan hal yang pertama kali ia rasakan seumur hidupnya.

Jaksa Penuntut Umum Agus JP membawanya ke hadapan Majelis Hakim, dimana dalam dakwaan nya beliau di tuduh melakukan tindak pidana yang di atur dalam Undang Undang Perlindungan anak pasal 82 ayat ( 1 ) dan 82 ayat ( 2 ). yaitu  Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Atas dakwaan tersebut Riesqi Rahmadiansyah selaku kuasa hukum Ustad Ali, menyatakan itu mengada-ada ( Dakwaan ), saya jadi semakin yakin bahwa Ali korban salah tangkap, dan kami akan sampaikan melalui eksepsi kami “, sidang selanjutnya akan dilangsungkan 14 Februari 2017, kata Riesqi kepada wartawan

Riesqi juga menambahkan saya curiga perkara ini ada yang memainkan terutama isu-isu penghancurkan nilai-nilai pendakwah, karena saya haqul yakin, ustad Ali tidak akan melalukan hal tersebut mengingat keluarga ustad ali adalah orang yang cukup berpengaruh.

“Saya gak mau curiga tapi saya yakin ini dimainkan isu sara oleh orang yang ingin menghancurkan Islam, semoga allah melindungi ustad Ali, ujar Riesqi

Dikesempatan yang sama Kuasa Hukum ustad Ali lainnya, Muhammad Irwan, “ semoga eksepsi kami diterima, karena BAP yang dibawa ke persidangan sudah dicabut pada saat tahap 2 dikejaksaan,

Jadi kalo persidangan mahkota nya adalah Dakwaan, maka roh dakwaan adalah BAP, jika sudah dicabut maka perkara dianggap sudah bisa dihentikan pada putusan sela, mengingat ini adalah korban salah tangkap semestinya hakim harus lebih cermat terkait berkas perkara dan hal-hal yang terjadi pada penyidikan,tutup Irwan (@deros)

Check Also

Karang Taruna RW 03 Kartini Momentum Sumpah Pemuda Akan Serahkan Peduli Palu

Jakarta, sketsindonews – Hasil pundi amal korban Palu Sulwesi Tengah yang di inisiasi oleh Karang …

Watch Dragon ball super