Home / Artikel / Penertiban Pasar Nangka OK, Bagaimana Jalur Hijau Kawasan Poncol

Penertiban Pasar Nangka OK, Bagaimana Jalur Hijau Kawasan Poncol

Jakarta, sketsindonews – Penertiban bangunan permanen Pasar Nangka Kelurahan Utan Panjang berjalan sukses. Beberapa Alat berat menghancurkan kios pedagang Ex JP 30 yang berjumlah hampir 133 lebih bangunan di robohkan petugas gabungan.

Penertiban di mulai pada pukul 7.00 WIB pagi, dengan mengerahkan pasukan gabungan personil baik tenaga PPSU (150 personil), Trantib Satpol PP (150), Sudin Kebersihan (50), Sudin Dishub (20), Tata Air.

Hadir pada penertiban pasar Nangka Wakil Walikota Jakarta Pusat Bhayu Megantara bersama pejabat tingkat kota lainnya.

Camat Kemayoran, Herry Purnama, senin (26/9) menandaskan, pasca penertiban tersebut pihaknya tetap akan memonitor, pasalnya banyak puing dan sampah yang harus di pindahkan secara cepat.

“Hanya menyisakan 2 bangunan, Kantor Sekretariat RW dan Musholah yang belum kami bongkar. Ini akan kami realokasi sambil berjalan, sambil menunggu untuk dapat kami pindahkan (realokasi),” ujarnya.

Hari inipun, diungkapkan bahwa pihaknya langsung koordinasi dengan pihak Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) terkait pembuangan sampah hasil penertiban untuk dibuang di lokasi milik lahan Sekretariat Negara.

“Biar cepat Sudin Kebersihan melakukan pembersihan sampah sebelum juga sebagian di buang di lokasi Cakung,” kata Herry.

Sementara Kasudin Kebersihan Kota Jakarta Pusat Marsigit saat di temui sketsindonews.com menjelaskan, bahwa di prediksikan Tim Sampah dalam bekerja bisa 3 hari baru bisa selesai.

“Karena kondisi Medan bukan hanya ada disisi kali tapi di dalam kali juga menjadi masalah, yang harus kita angkut,” ujarnya.

Hari ini saja, ditambahkan bahwa pihaknya telah mengerahkan sebanyak 10 truk mobil sampah organik dan anorganik untuk mengangkut hasil penertiban, ditambah sekitar 50 personil kita terjunkan.

Dipihak lain Kasudin Tata Air Kota Jakarta Pusat Dhiki Suherlan menjelaskan, 2 alat berat di terjunkan Amphibi dan Longharm untuk mengeruk lumpur sepanjang 650 M2 yang tembus kearah poncol.

“Terkendalannya karena pinggiran kali yang juga ikut di robohkan, selain masalah pohon pinggiran yang juga menghambat alat untuk bekerja,” paparnya.

Ditambahkan juga bahwa untuk wilayah poncol sudah di keruk secara manual, karena tidak bisa masuk alat, itu sudah di lakukan beberapa bulan yang lalu karena terkondisi bangunan PKL poncol.

Rencana sebenarnya kawasan PHB Kali Baru ini nanti setelah di keruk kemungkinan di site pile seperti Kali Sentiong, tapi itu masih tertunda karena adanya penolakan di wilayah pasar Poncol Senen.

Sementara Ketua RW 01 Kelurahan Kebon Kosong Budiman sangat mengapresiasi sekali dengan apa yang sudah di lakukan pihak pemerintah Kecamatan Kemayoran. Dimana sudah mengembalikan (normalkan) yang hampir puluhan tahun tak bisa ditata.

“Akibat munculnya bangunan di jalur hijau (sebelum ditata),” katanya.

Bagaimana dengan kawasan poncol. Kata Budiman. Dia menyinggung pihak Kecamatan Senen Camatnya Munjir Munaji, juga harus bisa melakukan itu karena Kali Baru perhubungan dengan kawasan PKL JP Poncol, itu kan sama jalur hijau.

“Begitu pula mengenai Lokasi Pembinaan Sampah (LPS) di wilayah perbatasan jalan dengan Utan Panjang (pasar Nangka) dengan wilayah Kebon Kosong. LPS ini jika hujan menjadi pemandangan yang kurang sedap bahkan bau, karena tidak adanya penutupan LPS,” ujarnya.

Menurutnya hal tersebut harus juga diselesaikan dan dirapihkan LPS.

“Kami sudah berusaha kepada warga RT kami untuk tidak menjadi tempat menyimpanan gerobak,” ujarnya.

Diungkapkan bahwa justru wilayah lain taruh gerobak disini. “Kami sudah kordinasikan antar wilayah tapi belum berjalan dengan baik dari aturan yang sudah menjadi kesepakatan LPS tersebut,” tutupnya. (Nr)

Check Also

Seruput Kopi Pahit Dari Deny Siregar Untuk SBY

Jakarta, sketsindonews – Secangkir kopi pahit di suguhkan Deny Siregar untuk Ketua Umum Partai Demokrat …

Watch Dragon ball super