Politik Kesehatan Dengan Pendekatan Paradigma Sehat

Jakarta, sketsindonews – Memiliki pengalaman kerja dibidang kesehatan masyarakat secara utuh, menjalani kerja dengan prestasi sebagai dokter puskesmas di wilayah terpencil di Puskemas Pugung Tampak yang memiliki beberapa desa terisolasi wilayah Pulau Pisang di kecamatan Pesisir Utara, Puskesmas Bengkunat yang memiliki wilayah kerja terisolasi ditengah kawasan hutan lindung Bukit Barisan Desa Way Haru di Kecamatan Pesisir Selatan sehingga terpilih sebagai salah satu Dokter Teladan, membuat nama Hanibal Hamidi semakin dikenal masyarakat.

Setelah bekerja di rumah sakit Daerah dan menjadi kepala dinas kesehatan di Lampung, Hanibal yang memiliki cara fikir konsepsional kesehatan sejalan dengan teori Bloom; yang menempatkan penentu derajat kesehatan adalah faktor; Genetik (5%), pelayanan kesehatan (20%), Hidup Sehat (30%), kesehatan lingkungan (45%) kemudian melakukan upaya percepatan pembangunan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, terdepan, terluar, melalui instrumen “Perdesaaan Sehat” yang ditetapkan menjadi kebijakan strategis saat ditugaskan sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementrian PDT.

Seakan tidak ingin berhenti, Hanibal berlanjut melaksanakan upaya membangun kesehatan masyarakat Desa secara nasional melalui instrumen intervensi “Rumah Desa Sehat” bersama lembaga “Worldbank” dan “Mellenium Calance Account Indonesia” Unit kerja Kemenlu Amerika dalam mewujudkan “Desa Daulat Gizi”.

Menurut Hanibal, Permasalahan pembangunan kesehatan saat ini kurang proporsionalnya komitmen politik pendekatan pardigma sakit, melalui kinerja RS bagi 25 % masyarakat sakit jauh lebih besar dibandingkan komitmen politik bagi pendekatan paradigma sehat bagi 75 % masyarakat yang sehat melalui kinerja Puskesmas.

Pria kelahiran Bandar Lampung, 24 Desember 1964 silam ini juga meyakini bahwa adanya kondisi transisi masalah kesehatan demografi, epidemiologi, gizi, dan transisi perilaku yang memberikan dampak “Double Burden” alias beban ganda, hanya dapat diselesaikan melalui kebijakan politik kesehatan dengan keberpihakan pada pendekatan paradigma sehat, sesuai dengan pengalaman keberhasilannya disemua tempat tugas selama ini.

Terus fokus pada kesehatan, Lulusan S2 Universitas Indonesia (UI) ini memiliki konsep pengembangan terobosan bagi pembangunan semesta seperti Diserupsi kesehatan berbasis big data kesehatan, Farmakologi Tropical Desease sabagai salah satu basis ekonomi nasional, Kesehatan Forensik, Kesehatan Kelautan, Kesehatan Dirgantara, Kemandirian Alat Kesehatan, Kedaulatan gizi Desa, Dokter Komunitas, Sekolah Kedinasan, Sistem Karir & Jaminan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan Strategis, terutama Pengembangan Budaya Leluhur Bidang Kesehatan Nusantara.

(Sumber: akuratnews)