Potret Buram Pendidikan, Hingga Pemuda Ancam Memenggal Kepala Jokowi

Jakarta, sketsindonews – Potret buram pendidikan Nasional Indonesia secara moral menjadi ancaman terkait begitu gamblangnya kasus di publik seorang pemuda berani melakukan ancaman memenggal kepala sombol negara Presiden Indonesia Joko Widodo. Hal itu di lakukan saat bulan suci Ramadhan secara nalar ucapan itu tidak sederhana.

Beragam pendapat atas ancaman muncul dari seorang dosen UGM (Universitas Gajah Mada) Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc., Lic.Eng., Ph. D. mengutarakan secara terbuka, bahwa ancaman dari seorang pemuda yang akan memenggal kepala Presiden Jokowi, bukanlah hal yang sederhana, apalagi jika dilihat dari perspektif pendidikan.(13/5)

Bagaimana bisa seorang pemuda yang tentunya pernah mengenyam pendidikan, dengan enaknya mengancam membunuh Kepala Negara di ranah publik, dan disaat bulan Ramadhan.

Jelas, pemuda ini bengis, biadab, tidak tahu tatakrama, tidak bisa menghormati simbol negara, mengancam keamanan negara dan tidak bisa menghormati agama. tuturnya.

Saya dukung rencana Presiden Jokowi kedepan fokus untuk membenahi SDM Indonesia utamanya lewat jalur pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, atas dan tinggi.

Pembenahan sistem pendidikan di Indonesia bisa dimulai dari beberapa komponen antara lain sebagai berikut ;

Pertama, Sederhanakan kurikulum nasional sesuai usianya, dan muatannya harus bersifat mendasar, humanis, dan kultural.

Kedua, Ajarkan kembali pelajaran Pancasila, sejarah, budipekerti, agama dalam cakupan rasional dan kontekstual, kesenian dan kebudayaan, khususnya bagi murid SD, SMP dan SMA.

Ketiga, Bebaskan sekolah dan kampus dari ancaman dogma-dogma radikalisme agama.

Keempat, Bebaskan sekolah dan kampus dari perilaku deskriminatif dari segala bentuk parameter SARA.

Kelima, Perbaiki mekanisme dan sistem evaluasi pendidikan nasional secara berkala dan rutin.

Sambung Bagas, Negara harus hadir dalam menjamin kualitas pendidikan nasional dan sekolah harus imun dari segala bentuk penyusupan faham-faham ideologi sesat yang dilakukan oleh guru-guru dan alumni yang ujung-ujungnya menggoyahkan Pancasila, keutuhan NKRI dan merusak Kebhinneka Indonesia.

Radikalisme di sekolah dan kampus bukanlah isapan jempol, namun fakta yang menghadang perjalanan sejarah Bangsa Indonesia.

Pendidikan nasional dalam ancaman serius dan harus dibenahi menyeluruh sebelum ini berkembang lebih parah dalam mebenahi paham ideologi yang bisa merusak lapisan anak bangsa, tutup Bagas.

nanorame