Rehabilitasi Lokbin Abdul Gani Galur, Jangan Biarkan Kami Libur Berdagang

Jakarta, sketsindonews – Rencana Rehabilitasi Pasar Lokbin Abdul Gani Gslur Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat menuai persoalan baru setelah pedagang dalam proses rehabilitasi pasar dengan tidak menggusur pedagang berlibur berjualan selama lokbin dibangun.

Keresahan pedagang di sampaikan kepada Dewan Kota Kecamatan Johar Baru Rudy, dimana pedagang meminta untuk ada realokasi di dekat lokasi Lokbin, ujar Romelah (45).

Romelah pedagang yang sudah hampir 25 tahun berjualan di Lokbin hingga saat ini merasa heran dengan sikap Dinas UMKM Provinsi dalam merehabilitasi pasar Lokbin tak ada sosialisasi.

Bahkan pihak pengelola juga sama sekali tidak melakukan surat edaran untuk di informasikan kepada pihak pedagang, seolah hal ini membuat kami merasa sesuatu bukan bagian binaan dari UMKM Provinsi DKI Jakarta. (3/10)

Kami ingin rehabilitasi ini boleh saja dilakukan dengan syarat kami bisa direalokasi sedemikian rupa agar tetap hidup selama 75 hari kedepan.

Persolan kami kalo di liburkan kami tak bisa mencari nafkah selain kami (pedagang) masih memiliki tanggungan keluarga maupun hutang Bank yang harus di pikirkan pemerintah DKI Jakarta.

Atas dasar itu, kami menolak untuk di liburkan secara manusiawi harus di pikirkan dampak kami secara luas, bukan menolak rehabilitasi tapi minimal kami juga di cari solusi sesuai langkah – langkah seperti rehabiitasi lain yang sudah dilersiapkan untuk realokasi.

Pasca Kebakaran Lokbin

Sejak kasus kebakaran beberapa waktu lalu banyak pedagang lokbin melakukan perbaikan secara mandiri untuk membuat loos pasar dengan koridor rolling door.

Apakah itu harus di bongkar padahal kami membangun itu tak sedikit biaya pembuatan pasca kebakaran, ujar Netty (34) pedagang pakaian.

Pengelola Lokbin Abdul Gani seharusnya juga tahu kami ini membuat roko bukan biaya murah, seharusnya mereka pengelola dan pemerintah memperhatikan saat – saat sulit kami.

Kedua, apakah lapak kami yang sudah dibuat dengan rolling door hampir sekitar 50 kios juga tak luput untuk pula ikut di bongkar selebihnya 200 pedagang lapak – lapak dari papan (kayu) yang dibongkar, inipun tak jelas, tandas Netty.

Apa Kata Dewan Kota

Dewan Kota Johar Baru Rudy menandaskan, pihaknya telah menemui pimpro pekerjaan proyek rehabilitasi pasar lokbin dengan asumsi pedagang bisa tetap berjualan dilingkungan sekitar pasar, tukasnya.

“Jangan mereka di kebiri oleh sebuah kebijakan sepihak serta tak ada solusi sehingga ini menjadi tidak kondusif di lingkungan penggiat ekonomi kecil.”

Artinya, kata Rudy.”Persoalan ini bisa mencuat karena lemahnya pendekatan dan sosialisasi pihak Dinas UMKM, Sudin Tingkat Kota, Kecamatan Johar Baru tidak bisa menangkap masukan – masukan dari pedagang dan hanya satu sumber dari pengelola Lokbin yang merupakan satu kesatuan dari pemerintah, tutup Rudy.

nanorame