Home / Berita / Senggol Kaki Istri Hakim Militer, Berbuntut Ke Meja Hijau

Senggol Kaki Istri Hakim Militer, Berbuntut Ke Meja Hijau

Jakarta, sketsindonews – Sidang pidana umum dalam kasus kecelakaan lalu lintas ditunda selama dua pekan oleh Ketua majelis hakim dikarenakan jaksa penuntut (JPU) tidak hadir diruang sidang Purwoto Ganda Subrata PN Jaktim.

Saat membuka sidang pada hari Senin 5 Februari 2018 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Ketua Majelis Hakim, Gede Ariawan, S.H., M.H memberikan pernyataan singkat terkait penundaan.

“Sidang dalam perkara pidana umum sidang dalam agenda saksi dari jaksa penuntut umum karena jaksa tidak hadir,” katanya.

Namun, ketua hakim berpesan diruang sidang sebelum menutup persidangan untuk membuat laporan penetapan.

“Penundaan ini sebagai bentuk pemberitahuan. Jadi apabila jaksa tidak hadir tolong dibuatkan penetapan sidang,” ucap Gede.

Sebagai informasi, kronologi terjadinya kasus lakalantas ini adalah ketika terdakwa yang bernama Lielayla melintas dengan mengendarai sepeda motor dijalan Raya Cijantung, Jakarta Timur dengan kecepatan rendah sekitar 20 km/jam.

Lielayla tanpa sengaja menyenggol pejalan kaki diketahui bernama Lasma Sitanggang, hingga akhirnya berbuntut ke meja hijau, sebab upaya perdamaian tidak tercapai.

Sebelumnya, terdakwa sempat membawa korban menuju balai pengobatan.

Menurut kuasa hukum terdakwa, Boy Sibarani, S.H, kliennya telah beretikat baik untuk segera mengobati korban ke klinik terdekat dan berupaya meyelesaikan dengan cara keluargaan.

“Dia bilang hanya nyenggol kaki korban saat itu dibawa untuk pijat lalu diperjalanan berobat ke klinik lalu minta di visum. Korban memiliki suami yang sebagai hakim dipengadilan militer Surabaya, Jawa Timur,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Boy agenda sidang menghadirkan saksi dilokasi kejadian namun tertunda.

“Sidang mendengarkan keterangan saksi ditempat kejadian perkara tapi ditunda-tunda,” bebernya saat mendampingi terdakwa.

(Dw)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super