Home / Berita / Terkait Disabilitas Korban Asusila Di Cakung, KAPCI Akan Dampingi Hingga Tuntas

Terkait Disabilitas Korban Asusila Di Cakung, KAPCI Akan Dampingi Hingga Tuntas

Jakarta, sketsindonews – Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia (KAPCI) Rabu, (31/8) Haryati mendampingi keluarga korban tindak asusila tuna wicara (bisu). Korban berinisial (Sdr) melaporkan nasibnya pada pihak Kepolisian Jakarta Timur. Usai melaporkan keluarga korban diarahkan ke Rumah Sakit Polri di jalan Kramat Jati untuk dilakukan tindakan pemeriksaan dan visum.

Menurut keterangan keluarga korban, sepulangnya dari RS Polri ,mereka akan kembali lagi esok hari untuk menjalani pemeriksaan ke psikolog.

Baca: Ketua MPR, Angkat Bicara Kasus Pelecehan Di Cakung

“Saya dari Polres ke Rumah Sakit Kramat Jati ,pulang Jam 19.00 Wib. Pemeriksaannya di ruang kebidanan dan besoknya saya kesana lagi untuk ketemu psikolog. 2 kali diperikasa diruang kebidanan. Dan tinggal menunggu dihubungi dari kepolisian,” kata Abang korban (Sdr), Sabtu, (3/9) di Jakarta.

Dalam kesempatan berbeda, Haryati Si penerjemah bahasa disabilitas menjelaskan di hadapan media, kejadian itu telah dilakukan di rumah oleh pelaku dengan ancaman.

“Sdr menjelaskan (bahasa khusus tuna wicara), dia digituan sama pelaku dengan ancaman. Itu dilakukan dirumah pelaku dalam keadaan sepi,” terang Haryati .

Sementara saat ditemui Rabu ,(31/8)oleh pewarta Kanit PPA, Polres Jakarta Timur, tidak berada ditempat dengan alasan sedang rapat di Polda. Sebelumnya Kanit PPA, Akp Endang dalam sambungan selular, menceritakan tentang korban yang harus didampingi penerjemah bahasa (translater) oleh karena itu keterbatasan dalam pemeriksaan.

“Kasus asusila yang dimana Pak ?, Bapak dari media mana ?,. Ibunya (Akp Endang) sedang rapat di Polda Pak. Biar satu pintu ke Humas saja Pak,” kata petugas di ruang PPA Polres.

Perlu diketahui, beberapa pekan lalu di Penggilingan, Cakung telah terjadi tindakan tidak terhormat dan mencemarkan nama baik keluarganya. Sangat prihatin sekali wanita tidak bisa berinteraksi normal itu justru dihancurkan masa depannya oleh pelaku yang telah memiliki istri. Dan hingga saat ini pelaku masih melenggang bebas. (Dw)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super