Home / Berita / Trend Syariah Terus Menggeliat

Trend Syariah Terus Menggeliat

Jakarta, sketsindonews – Keynote Speech Sekretaris Kemeterian Koperasi & UKM pada acara Focus Group Discussion (FGD) DPP LDII yang dibacakan oleh Suprapto, Asisten Deputi Pembiayaan Non Bank dan Perpajakan, menyebutkan, Tiga pilar ekonomi syariah adalah sektor riil, lembaga keuangan bebas riba dan zakat.

“Trend Syariah dalam perkembangan bisnis mulai menggeliat tidak hanya terjadi pada bisnis keuangan dan makanan, tetapi juga pada busana, kosmetik dan pariwisata syariah. hadirnya berbagai merk islami seperti pada  busana dan kosmetik merupakan fenomena sebuah trand ekonomi syariah,” katanya

Dalam keynote Speech, Sekretaris Kementerian Koperasi&UKM juga mengapresiasi kegiatan FGD yang diselenggarakan DPP LDII, terutama thema yang mengangkat ekonomi syariah.

“LDII merupakan salah satu ormas keagamaan yang sangat konsisten istoqomqh dalam melaksanakan syariat islam,” tulis Agus Muharram dalam keynote speechnya.

Melihat perkembangan ekonomi syariah di masyarakat Indonesia, terutama keuangan syariah, tidak bergerak, alias stagnan dimana keadaan pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia yang tetap pada kisaran 5%, DPP LDII terpanggil untuk mencari solusi.

“Melalui Fokus Grup Diskusi (FGD) DPP LDII yang diselenggarakan hari ini, Rabu 28/9/2016,  mengambil thema, ‘Peningkatan Sektor Riil,UKM dan Industri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Indonesia’  karena melihat belum sehatnya kondisi perekonomian syariah di sektor riil, khususnya ekonomi umat, sehingga ldii mengajak beberapa nara sumber untuk bicara,” Kata Ashar Budiman, ketua DPP LDII Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) dilokasi FGD, Kantor DPP LDII Jl. Tentara Pelajar no.28 Patal Senayan Jakarta selatan, rabu (28/9).

Hadir sebagai pemateri, dari unsur Pemerintah, Suprapto, Asdep Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah, M.Azrul Tanjung Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, MUI Pusat, praktisi UKM pengusaha UKM e-comers syariah, Wira Dari LDII, dan dari Bank Syariah Mandiri.

Ketika menyinggung Undang-undang No.33 tahun 2004 tentang jaminan produk halal, yang mengatur secara jelas bahwa produk yang masuk , beredar, dan diperdagangkan di wilayah Republik Indonesia wajib bersertifikat halal, Azrul memberikan peluang kepada LDII dan ormas lainnya untuk bisa mendirikan Lembaga Sertifikasi Halal.

“Dalam hal sertifikasi halal, MUI tidak bisa menangani sendiri tentunya, maka ormas-ormas yang seperti LDII inilah yang harus bisa menanganinya, adapun MUI cukup memberikan sertifikasi kepada para pengelolanya.” Ujar M. Azrul Tanjung.

Dari Kemeterian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, saat memberikan paparanya menyebutkan bahwa, DPP LDII bisa menjadi induk koperasi bagi koperasi-koperasi ditiap-tiap daerah. hal ini melihat kesemangatan para Usaha Kecil dan Menengah yang ada di LDII.

“Jika melihat kesemangatannya para pengusaha yang ada di LDII, initentu bisa menjadi contoh gerakan ekonomi syariah secara riil melalui koperasi. DPP LDII sebagai induk koperasinya bagi daerah-daerah,” Jelas Suprapto usai pemaparan.

Budi Darmawan, dari Bank Mandiri Syariah yang turut hadir dalam fokus Grup Diskusi ini kepada peserta yang terdiri para pengusaha, praktisi dan pengamat, memberikan peluang untuk pembiayaan permodalan melalui BSM. (My.G)

Check Also

Sebut Walikota Jaktim Mafia Pertanahan, Andar Dukung Anis Pecat Walikota

Jakarta, sketsindonews – Direktur LSM GACD, Andar M Situmorang dukung langkah Gubernur DKI Jakarta, Anis …

Watch Dragon ball super