4.000
pembaca
Jakarta, sketsindonews – Ustad Zaelani terdakwa kasus pembunuhan, menyangkal telah menghilangkan nyawa Sumini. Hal tersebut diutarakan pada persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (04/01).
Tidak hanya itu, Zaelani juga menyatakan bahwa keterangan dalam BAP dibuat dalam tekanan.
“Ada ancaman terhadap saya, di bunuh dan di buang ke laut,” ungkapnya dalam persidangan.
Dia juga mengatakan, “Saya di culik 3 hari, di bawa ke hotel, di intimidasi, di hantam 14 orang dan ganti 4 orang Buser Polres.”
Mendengar keterangan tersebut, secara tiba-tiba keluarga terdakwa dan juga murid-murid pengajian terdakwa serentak mengucapkan takbir “Allahu Akbar”.
Melihat reaksi pengunjung, Hakim yang memimpin persidangan segera mengingatkan agar tidak memberilan reaksi terhadap keterangan dan hasil apapun.
“Saudara sudah di ingatkan jangan memberikan reaksi, terhadap keterangan saksi, terdakwa dan katakanlah majelis. Ini bukan forum untuk bereaski seperti ini. Dengar saja dengan tertib,” himbau Hakim Ketua, Hermawansyah.
Masih dalam persidangan, Zaelani kembali mengungkapkan bahwa bahwa dirinya mendapat ancaman dari Kanit dan Penyidik. “Saya di ancam, saya harus mengikuti prosedur agar di bantu. Anak istri saya juga di ancam,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, hal tersebutlah yang memaksa dia akhirnya mengeluarkan statement yang salah. “Bukan kemauan saya yang mulia, 3 hari dalam keadaan tidak tidur, dalam keadaan tidak sadar, apakah iru sehat yang mulia,” pungkasnya. (Eky)













