Jakarta,sketsindonews – Kemayoran dulu terbentang antara hilir dan hulu, dengan megahnya bandara Kemayoran dan ilalang pesona sawah….
Kini tak pernah kita melihat bahkan mendengar raung pesawat lalang hingga anak memanggil sambil teriak.. “lemparin duit donk”, ujar Joko Sardjono, penggiat hijau kebun Mandiri Kebon Kosong saat bincang bersama sketsindonews.com.
Iapun menulis dalam lelahnya
sketsa “Kebunku Kemayoran”,
Konon di tempat ini…
Terlihat aneka sayuran di perbentangan sawah, Hijau sejuk indah menawan
Engkau adalah kebun sayur
Warga bersuka ria
Di tempat ini unik dan penuh misteri…
Angin, udara, hujan panas yang bersahabat.
Engkau dicari tuk ajang demontrasi
Engkau pernah dilewati para pemimpin negeri dunia
Namun kini engkau berubah
Hanya tinggal kenangan
Engkau namakan Kota Baru Bandar Kemayoran
Engkau cerai berikan kampung ini
Persaudaraan antar intercity suku
Demi kemuliaan dan kekuasaanmu
Kesejahteraan kelompokmu
Engkau biarkan kondisi ini carut marut
Atas nama pembangunan modern tanpa nilai hingga terkikis peradaban
Anak pinak kini tanpa sandaran cintaMu..
Hijaumu kini menjadi pencakar langit, Surauku tak berazhan lagi
Serta memanggil dalam khusu dzikirMu…
(Nr)










