1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Advokasi Rakyat Untuk Nusantara Sambut Baik Seruan 171717

oleh
11K pembaca

Jakarta, sketsindonews – 17 Agustus 2017 adalah hari Kemerdekaan Indonesia yang telah genap berusia 72 tahun.

Setiap tahun dalam pertumbuhan eksistensi Indonesia merdeka selalu berada dalam dinamika situasi nasional maupun internasional. Hal ini tidak lain karena Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik yang berdaulat merupakan bagian bersama-sama dengan Negara-negara yang lainya sebagai warga Negara dunia.

72 tahun Indonesia merdeka tidak serta merta terlepas dari permasalahan-permasalahan perubahan geopolitik internasional yang saat ini telah mengarah kepada pertumbuhan jumlah penduduk dunia yang meningkat dan secara potensial kebutuhan pangan, energi dan air turut serta meningkat.

Gambar

Peningkatan jumlah penduduk dunia menyebabkan perubahan pergesaran “konflik” dari Timur Tengah, Asia Tengah menuju Samudra Pasifik yang dipicu akan kebutuhan pangan, energi dan air yang meningkat dan berpotensi Krisis.

Indonesia merupakan Negara yang terletak langsung dalam perbatasan Samudra Pasifik dan merupakan satu Wilayah Regional Asia Tenggara serta Wilayah Asia lainnya. Sehingga letak Indonesia menjadi pusaran strategis dari dampak konflik pergeseran dari Asia Tengah menuju Samudra Pasifik.

Perang Inkonvensional adalah hal nyata yang akan dihadapi 72 tahun Indonesia merdeka yang merupakan rangkaian tidak terputus dalam prakondisi geopolitik dunia yang telah berubah dalam pasca perang dingin.

Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia dalam potensi pangan, enegy dan air adalah daya tarik kepentingan-kepentingan dunia untuk menguasai dan cara perang konvensional adalah hal yang tidak efektif dalam menguasai Indonesia maka cara-cara perang inkonvesional adalah hal pasti yang dihadapi oleh Indonesia.

Seruan yang dikumandangkan oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo menyebut aksi 171717 yang akan dilakukan serentak pada 17 Agustus 2017 pukul 17.00 WIB yang digagas TNI nanti merupakan aksi kasih sayang.

Melibatkan semua elemen agama, dan bila masyarakat saling sayang menyayangi, hormat menghormati maka keutuhan bangsa bisa terjaga dan Indonesia akan menjadi negara yang disegani oleh negara lain karena posisinya yang memang diperhitungkan.

Seruan ini disambut baik oleh Sekretaris Jendral Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Bungas T Fernando Duling yang menilai bahwa hal tersebut merupakan langkah positif.

“Ini adalah langkah positif dan baik dalam momentum 72 tahun Indonesia merdeka dan langkah ini tentunya menjadi langkah strategis dalam pertimbangan Panglima TNI ketika beliua pernah mengutarakan upaya-upaya “Invisible hand” mendesain untuk membuat kekacauan sehingga membelah Negara kesatuan Indonesia,” ujar Nando.

ARUN sendiri memiliki makna kandungan spiritual persatuan dalam arti sinar kemerah-merahan di ufuk timur dimana bagi umat hindu ini dikenal dengan surya swana, bagi umat nasrani ini dikenal doa teduh di pagi hari dan bagi umat muslim ini dikenal sebagai fajar sidiq.

“Maka sudah sepatutnya ARUN menyambut seruan ini dan melakukan kegiatan yang sama dalam kesadaran Membumikan Pancasila dalam ketahanan nasional sebagai wujud nyata waspada nasional,” tandasnya.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap