1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Kongres Diaspora Ke 4 : Dihadiri 55 Negara, Obama Beri Sambutan

33.1K pembaca

Jakarta,sketsindonews – Kongres Diaspora Indonesia kembali diselenggarakan untuk me – 4 kalinya di Kota Casablanka, Jakarta, Sabtu (1/7).

Kongres yang akan dihelat selama empat hari ini dihadiri oleh sejumlah tokoh negara, seperti Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarno Putri, Ketua DPR RI Setya Novanto, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Kapolri Tito Karnavian.

Ketua Board of Trustees Indonesia Diaspora Network (IDN) Global, Dino Patti Djalal, mengatakan Kongres Diaspora Indonesia kali ini merupakan kongres terbesar dalam sejarah diaspora, dengan 9000 partisipan dari 55 negara. Acara ini juga mendatangkan tamu kehormatan, yaitu Presiden AS ke-44 Barack H Obama.

Gambar

“Di abad 21, globalisasi tidak bisa diredam. Diaspora masuk ke dalam pusaran paling utama dalam arus globalisasi. Diaspora bukan petualang, perantau, atau pengungsi. Tapi jadi pelopor ekonomi, pelopor sosial budaya,” ujar Dino.

Ia mengemukakan, saat ini ada sekitar enam juta sampai delapan juta diaspora Indonesia di seluruh dunia.

Dari TKI saja, Indonesia telah mendapatkan Rp 130 triliun, melebihi pemasukan dari industri pariwisata, pajak dari sektor pertambangan, dan investasi asing.

“Profil diaspora Indonesia adalah, di mana pun berada, hatinya selalu ada untuk Indonesia. Kebhinekaan dibawa ke seluruh dunia,” ungkapnya.

Sementara kehadiran dalam kongres Diaspora ke – 4 mantan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Hussein Obama dalam sambutannya berbicara banyak hal dalam pidatonya terutama menyinggung soal kemajuan Kota Jakarta.

Obama membandingkan kehidupannya dulu di daerah Menteng Dalam dengan kondisi Jakarta saat ini.

“Di Jakarta, kita bisa melihat perkembangannya,” kata Obama tentang Jakarta dalam bahasa Inggris, Sabtu (1/7/2017)

Dulu, saat tinggal di Menteng Dalam, Obama masih dapat melihat kendaraan semisal bemo. Sekarang, tidak ada lagi.

“Saya dulu tinggal di Menteng Dalam. Banyak Becak, bemo,” ucap Obama.

Dia juga mengenang bagaimana harus mengepel lantai rumahnya saat hujan karena air merembes ke atap. Namun Obama mengatakan Jakarta sudah tak seperti dulu.

“Sekarang Jakarta banyak perubahan,” ujar Obama.

Obama tinggal di Jakarta pada 1967-1971. Ketika itu, di Jakarta memang masih banyak rawa dan persawahan.

Kenangan akan suasana Jakarta itu pernah ditulis Obama dalam buku ‘The Audacity of Hope’ pada 2007. Obama menggambarkan bagaimana jumlah becak lebih banyak ketimbang mobil.

redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap