1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Camat Kemayoran : Pengelola Kos Harus Pro Aktif Antisipasi Pendatang

9.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Pasca Idul Fitri 1438 H saat warga pulang kampung halaman, banyak pendatang kembali mengajak famili, rekan satu kampung untuk datang ke Ibukota mengadu nasib tanpa dokumen secara resmi.

Rumah tinggal padat, kos – kosan adalah tempat yang aman untuk tinggal secara illegal karena tanpa lapor RT/RW, ditambah lemahnya pengawasan pemilik kos yang berorintasi pada provite semata.

Warga tak mengira sumber kerawanan sosial, kriminal serta teroris mudah tersusupi dengan sistematik, ujar Camat Kemayoran Herry Purnama di sela operasi Biduk di Kelurahan Utan Panjang.(17/7)

Gambar

Operasi Bina Kependudukan (Binduk) yang di gelar di dua RW yakni RW 08 dan 09, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran mengerahkan 52 personil gabungan, tercatat hasil dari 11 rumah yang berjumlah 165 kamar kost ditemukan warga ber KTP daerah diantaranya 36 Laki-laki dan 27 perempuan semuanya identitas tak lengkap.

Herry Purnama menjelaskan, kawasan Utan Panjang menjadikan sampling dalam operasi Biduk (Bina Kependudukan) bukan hanya padat tapi berada strategis di pusat kota, selain kos – kos an, kontrakan sangat banyak.

Ternyata, masih banyak pemilik kos yang tak lapor ada warga pendatang bahkan RT/RW pun tak mengetahui dari adanya warga daerah yang tinggal, karena lemahnya deteksi dini oleh masyarakat.

Biduk adalah satu cara, dalam memfilterisasi kerawanan yang terjadi oleh adanya kependudukan yang tak jelas bertempat tinggal selain antisipasi dari kemungkinan yang terjadi, terangnya

Dalam operasi tadi malam petugas gabungan pihaknya mengecek satu persatu setiap kamar kost dan setiap identitas satu persatu penghuni kamar kos.

“Tolong mas sebagai pengelola harus teliti dan selektif dalam menerima penghuni kost”, tegur Herry kepada salah satu pengelola Kost.

Jika mereka berpasangan harus ditanyakan surat nikahnya,” harus jelas jangan sudah terjadi pada tindakan merugikan baru lapor pemerintah.

Setiap ada penghuni baru, pengelola atau pemilik kos juga harus proaktif untuk segera melaporkan kepada RT/RW setempat.

Ini sangat penting dalam menjaga stabilitas kerawanan sosial, kriminal, prostitusi serta penyusupan dari orang menganggu keamanan negara, tegas Herry.

reporter : nanorame

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap