1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gandum dan Ilalang Adalah Gambaran Ujian Kualitas Iman

oleh
Foto ilustrasi. (Sumber: Pendoa Sion Blog's)
11.9K pembaca

(Matius 13 : 24 – 30, 36 – 43)

sketsindonews – Sebelumnya seorang ahli gedung bersejarah memeriksa bahan bangunannya dengan mengirimkan contoh semen, cat dan kayu untuk diperiksa di laboratorium khusus.

Hal itu untuk menghindari kesalahan penggunaan bahan yang akan berdampak terhadap kualitas gedung gereja tersebut.

Gambar

Hasil penelitian menunjukkan semen, cat dan kayu yang ada pada gedung gereja sangat berbeda dengan bahan bangunan yang diproduksi saat ini.

Komposisi cat yang sama hanya dapat diperoleh dari sebuah kota di Jerman, campuran semen memakai pasir dari gunung tertentu di Jawa Tengah, kayu yang dipergunakan merupakan kayu limited edition yang hanya ada di hutan tertentu di Indonesia.

Mengapa mengetahui hal ini perlu dan penting?

Demi pelestarian gereja bersejarah yang dibangun pada tahun 1834, dan karena kualitas bahan-bahan bangunan tersebut telah teruji oleh jaman dan kondisi alam.

Ujian terhadap kualitas iman juga penting bagi kita selaku umat Tuhan. Kita diandaikan bak gandum yang berkualitas baik, terpilih dan unggul ketika berada di antara orang-orang yang justru menghujat Allah lewat karakter dan perbuatan kejahatannya.

Yesus mengandaikannya bagaikan ilalang. Saat bertumbuh kedua jenis ini nampak sama tetapi pada saat penuaian, gandum akan dituai sedangkan ilalang akan dibakar.

Kejahatan tidak pernah berbuah kebaikan sementara kualitas anak-anak Tuhan yang teruji akan menghasilkan buah berkualitas baik, pilihan dan unggul. Ketidakadilan, kejahatan, kemunafikan dan kekejian diizinkan Allah ada di sekitar kita sebagai alat ukur dan alat uji.

Kesetiaan dan konsistensi iman sangat dibutuhkan. Allah tidak meminta kita untuk sukses tetapi untuk setia ketika menghadapi ujian.

Dalam dunia pertanian, termasuk di Palestina, lalang atau darnel berjanggut (Latin : lolium temulentum), menjadi persoalan besar yang harus dibasmi oleh petani, karena pertumbuhannya yang cepat sangat mengganggu pertumbuhan gandum.

Pada tahap awal pertumbuhannya, lalang sangat mirip dengan tanaman gandum sehingga sangat sulit dibedakan dan karena itu tidak mudah untuk dicabut dan dibuang. Petani baru bisa membedakannya ketika lalang maupun gandum yang tumbuh bersama itu mulai menghasilkan bulir-bulir buahnya.

Sekalipun dapat dibedakan namun tidak berarti lalang dapat dengan mudah dicabut.

Hal ini disebabkan karena akar lalang dan gandum sudah saling berkaitan satu dengan yang lain. Jika petani memaksakan untuk mencabut lalang itu, sangat besar kemungkinan gandum yang sudah berbulir akan ikut tercabut.

Karena itulah lalang dibiarkan bertumbuh bersama gandum walaupun sangat merugikan petani. ketika tiba musim panen, petani akan memisahkan gandum dari lalang, kemudian dibuang atau dibakar.

Tuhan Yesus menggunakan perumpaan ini untuk mengajarkan bahwa di dalam dunia ini,kebaikan dan kebenaran yang dibawa oleh Kristus dan pengikut-pengikut-Nya, selalu berhadapan dengan ketidakbenaran atau kejahatan dan dosa.

Kejahatan dan dosa selalu ada dan berkembang bersama kebaikan dan kebenaran.

Orang yang suka kepada perbuatan-perbuatan jahat dan dosa ada di sekitar dan di tengah-tengah orang-orang yang cinta kebaikan dan kebenaran. Karena itulah kita sering sulit membedakan seorang penjahat dengan yang benar, sebab seringkali penjahat juga menggunakan tutur kata yang seolah manis dan baik, sesulit petani membedakan lalang dengan gandum.

Karena itu jadilah orang-orang yang sungguh-sungguh baik dan benar, mencintai perbuatan-perbuatan baik dan benar secara sungguh-sungguh dan tidak pura-pura.

(Eky/ Renungan HKBP Ujung Menteng)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap