Ribuan santri dan Kyai Tolak Full Day School

oleh
21.8K pembaca

Cirebon, sketsindonews – Para santri dan Kyai dari seluruh peloksok Pondok Pesantren di Kabupaten berharap Full Day School ( FDS ) di hapus atau di cabut masa aksi tolak FDS berteriak lantang bahwa kapan anak mengaji jika pulang sekolah jam 4 sore sambil menangis, Selasa (30/8).

Dalam Orasinya KH. Muklas Dimyati gedongan meminta dihapuskannya FDS melalui jalur politik PKB dan menyerukan berdoa bersama yang dihadiri juga oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.

Sedangkan dalam Orasi nya Ketua Tanfidz NU Kabupaten Cirebon KH Azis berharap DPRD dan Pemerintah menolak FDS danakan mengutus MWC NU seluruh indonesia akan mengusulkan ke Presiden jokowi untuk mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Peraturan Menteri Pendidikan tentang Full Day School.

Gambar

Aksi yang memadati Kompak Pemda Cirebon terlihat hadir Sekda Yayat Ruhyat dan Kadis Pendidikan Kabupaten Cirebon, dalam orasinya Ketua Syuriah NU Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani dengan tegas menolak FDS karena MD, MI dan TFQ lebih berkepribadian, berahlak dan lebih baik.

Masa aksi di depan Gedung DPRD Cirebon menyambut Orasi dari KH. Hayyi Iman dari Pondok Pesantren Gedongan meminta FDS cabut. “FDS dibuang ke tong sampah dan meminta supaya Menteri Muhajir untuk belajar di NU biar tahu betapa hebat pendidikan NU,” tegasnya.

Orasi demi orasi dari para Kyai Pondok Pesantren Ciwaringin, Babakan, Gedongan, Kempek, Buntet dan semunya mendesak FDS dicabut dan mengusulkan agar presiden jokowi mengganti Muhajir sebagai Menteri Pendidikan.

Proses AUDIENSI dengan DPRD dan PEMERINTAH DAERAH tentang penolakan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 dan mereka akan mengeluarkan surat Rekomendasi dan akan langsung menembuskan ke Pemerintah Provinsi tentang pernyataan menolak.

(*/SC)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap