Jakarta, sketsindonews – Pedagang Tasik Ex. Aneka Beton kini mulai gelisah karena pihak PT. Padi Mas selaku kuasa dari PT. KAI melakukan intervensi terhadap para pedagang dengan cara intimidasi serta rumor tak sedap dengan issue pengelolaan akan diambil langsung oleh PT. Padi Mas.
Menanggapi hal ini Ketua Koperasi Surya Alga H. Heru Nuryaman saat dihubungi sketsindonews. com menaggapi dengan nada sinis, menurutnya, kita tahu PT. Padi Mas terutama Direktur Martono melihat peluang itu setelah kami secara terintegrasi diberikan kepercayaan oleh Pemkot Jakarta Pusat untuk melakukan realokasi secara terintegrasi terhadap pelaku penggiat ekonomi di kawasan Tanah Abang, ujarnya.(5/10)
Seharusnya Martono tahu diri, perusahaan itu sudah kolap buat bayar karyawan susah, sampai – sampai karyawan security mengadu tak dibayar gaji hingga sampai kurun waktu 6 bulan tak di bayar, tuturnya.
“Itukan gak manusiawi, sementara kalo tidak ada kami semua karyawan mereka tak hidup, tapi kita biarkan saja hingga mereka membentuk faksi – faksi kontrak langsung secara diam – diam melalui orang yang tdk tahu diri, tegasnya.
Tambah Heru, hal ini sudah kami laporkan kepada pihak pemerintah terhadap problem dari mulai pajak PBB hingga adanya kecurangan dari alasan yang tidak logika untuk menyelesaikan penataan kawasan.
Kami telah kumpulkan data secara rinci bahkan sudah expose terhadap masalah, jadi buat kami Koperasi Surya Alga Amanah (SAA) merupakan pembinaan pemberdayaan ekonomi warga sekitar yang harus kami lindungi secara hak dengan menjalankan amanat pemko Jakarta Pusat menjaga iklim yang kondusif.
Janganlah, kami ini jadi preman lagi dan turun kejalan sementara Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede telah berulang dan mewanti untuk senantiasa kawasan ini Tanah Abang menjadi lebih baik dalam menata kawasan ekonomi perdagangan khusus secara tata kelola kearifan lokal, papar Heru.
Dipihak lain pedagang Tasik Bandung Supriyadi (50) menjelaskan, selama ini kami telah menjadi binaan pengelolaan dan sudah berjalan sejak lahan Ex. Aneka Beton masih lumpur dan tak terurus hingga kami bangun dengan pemberdayaan pedagang bersama secara swakola di fasilitasi SAA, tukasnya.
Saat itu kawasan ini tak tertata, kumuh bahkan tempat lokalisasi dan rawan kriminalisasi,sekarang sudah rapi oleh pemberdayaan kemitraan antara SAA dengan kami pedagang yang sudah solid.
Jadi janganlah kami pedagang dibikin bingung untuk mengembangkan usaha yang selama ini sudah baik hanya karena adanya intrik oknum internal padi mas yang ada keinginan besar ambil alih, itu akan menjadi persoalan hukum hingga pedagang dengan kekuatan forum dari komunitas pedagang yang ada bisa melakukan demonstrasi kepada PT. Padi Mas, tegas Supri.
“Pedagang sudah cerdas sekarang, jadi kalo terus di ganggu dengan cara – cara tidak elegan serta fikiran abnormal,yang terjadi pedagang akan melakukan kesatuan utuh bersama SAA dalam mengambil langkah – langkah secara strategis, tutup Supri.
reporter : dev







