Jakarta, sketsindonews – Sudah berulang kasus Under Pass Gandhi Kebon Kosong terus menjadi persoalan serius karena kembali tergenang tanpa ada hujan, semua pihak tekhnis selalu dibuat repot dalam atasi genangan sebagai lintas publik strategis hingga saat ini belum ada solusi.
Apa pasalnya genangan air kali ini mencapai 30 CM menggenangi jalan under pass, antisipasinya dengan metode sedotan pompa air milik PPKK (Pusat Pengelola Komplek Kemayoran).
Telisik punya telisik 3 pompa milik PPKK tidak maksimal dalam bekerja terlebih selain hambatan lain tentang sampah menganggu debet bekerjanya pompa air.
Sementara Warga Kemayoran Andrian (37) menyatakan, ini bukan persoalan pompa pula jika dranase lingkungan dari pusat pembuangan publik misalnya Apartement, hunian rusun karena tak ada pembuamgan kanal hingga tersumbat di Kali Item Sunter, pungkasnya.(18/10)
Ini akan tetap terjadi, apalagi jika di imbangi musim penghujan maka akan lebih parah apabila penanganan fasilitas cegah dini yamg sementara dengan pompa juga tidak maksimal di lakukan, ucapnya.
“Penyerahan pompa PPK hingga saat ini pun masih menjadi wacana yang sudah sekian lama hingga pihak Walikota Jakarta Pusat hingga saat ini meminta untuk diserahkan ke pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta.”
Walau hingga saat ini sketsindonews belum bisa mengetahui apa alasan PPK hingga saat ini belum bisa menyerahkan persoalan pompa air yang di duga tak bisa bekerja secara maksimal.
Menurut Camat Kemayoran Herry Purnama yang di dampingi Lurah Kebon Kosong Syamsul Ma’arif, serta Kasatgaspol PP J,Sihole menyatakan, kami cepat lakukan reaksi atas genangan, Alhamdulilah cepat surut atas koordinasi pihak PPPK untuk segera melakukan penyedotan.
Dalam waktu singkat air berangsur-angsur mulai surut, setelah satu unit mesin pompa milik PPKK sudah berfungsi.
Sedangkan dua unit pompa lagi menunggu perbaikan,” kata Herry di lokasi monitoring di lokasi, terang Herry.
Kata Herry, genangan yang terjadi karena penyebab genangan air yang muncul diduga berasal dari saluran air pembuangan perkantoran di kawasan Kemayoran yang selama ini belum bisa kita atasi.
Kami hanya bisa antisipasi dalam upaya lain tentunya menjadi kewenangan PPKK dalam memperbaiki drainase akibat saluran pembuangan yang menjadi satu sebab, pungkas Herry.
reporter : inong










