Jakarta, sketsindonews – Sosok Lurah Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Syamsul Ma’arif terkejut saat anggota tim oaranye PPSU memberikan sebuah kado manis “kue tart” saat dirinya menuju kantor usai monitoring.
Tepat di hari lahirnya usia 54 tahun syukuran pun oleh teman – teman PPSU di daulat untuk potong kuenya di dampimgi bersama sang isteri tercinta.
Lagu panjang umurpun melantun dari anggota PPSU suasana pun menjadi terharu yang turut menyaksikan acara sederhana tapi punya makna.
Kata Suhanda, kami anggota PPSU sangat bangga punya seorang bapak dan lurah seperti orang tua kami sendiri.
Kami seperti tak ada jarak dengan pak lurah, keluh kesah dan bekerja selalu dengan bahasa yang akrab, kadang beliau suka sindir dengan “joke’ kadang kami malu tersipu, ucapnya. (21/10)
Itulah pak Syamsul yang dekat bersama warga menjadi pengayom warganya “guard nitizen” tanpa skat – skat formal.
“Sosok Syamsul bukan hanya tanpa lelah selalu bersama kami suka dan duka, tapi beliapun juga kerap tolong warga karena keahlian urut patah.”
Kami semua pernah di pegang dan di sembuhkan entah itu keseleo kerja hingga pernah jatuh dari motor kami hanya di terapy urut tangan pak Lurah.
Sambung Suhanda, kami anggota PPSU selalu bekerja dengan ceria karena itu pesan dia sehingga beban serta lelah buat kami tak terasa karena Lurahku “body perfect” besar justru lebih berbobot dalam menyelesaikan persoalan warga, pungkas Suhanda.
reporter : inong






