1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Makna Sumpah Pemuda dan Taruhan Reputasi Pemuda

10.6K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Tanpa terasa sudah 90 tahun Sumpah Pemuda diikrarkan oleh para pemuda Indonesia yaitu 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda merupakan peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Tanpa Sumpah Pemuda,  Indonesia tidak akan merdeka sebab ratusan tahun bangsa Indonesia berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan, tetapi perjuangan selalu gagal karena tidak ada persatuan dan kesatuan.

Gambar

Saking pentingnya peristiwa tersebut,  setiap 28 Oktober para pemuda Indonesia termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) memeringati Hari Sumpah Pemuda.

Kehormatan dan Reputasi

John D.  Rockefeller, pengusaha dan pendiri Exxon dari Amerika Serikat (1839-1937) pernah berkata bahwa “Hal terpenting bagi seorang pemuda adalah membentuk kehormatan, reputasi dan karakter.”

Membentuk kehormatan bukan pekerjaan singkat karena dibangun dari kesetiaan dalam menjalankan kebenaran,  yang akhirnya melahirkan martabat.  Martabat yang baik akan menghadirkan kehormatan.

Begitu pula membangun reputasi tidaklah mudah dan singkat.  Memerlukan waktu dan perjuangan yang kuat untuk mewujudkan.

Reputasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: perbuatan dan sebagainya sebagai sebab mendapat nama baik.

Pemuda tidak punya pilihan kecuali menggunakan masa muda untuk membuat reputasi.

Para pemuda yang bersumpah dalam sumpah pemuda:

Satu tanah air tanah air Indonesia
Satu bangsa bangsa Indonesia
Satu bahasa bahasa Indonesia

Telah membuat reputasi yang luar biasa.  Sudah 90 tahun Sumpah Pemuda diucapkan, tetap diperingati dan bahkan selalu menginspirasi seluruh bangsa Indonesia untuk tetap bersatu, walaupun berbeda.

Begitu pula membentuk karakter harus dilakukan dengan melatih diri disiplin, berakhlak mulia, memiliki nasionalisme yang tinggi,  empati dan peduli kepada mereka yang miskin dan sedang mengalami kesulitan.

Pemuda,  harus mempersiapkan diri untuk mengambil alih estafet kepemimpinan di segala bidang. Karena itu,  harus terus belajar dan banyak menimba pengetahuan dan pengalaman supaya memiliki kehormatan,  reputasi dan karakter yang tangguh.

Penulis : Prof.Dr.Musni Umar
Sosiolog, Rektor Ibnu Chladun Jakarta

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap