Jakarta, skstsindonews – Golongan Pengusaha Kecil dan Menengah Mikro sangat berharap Pemerintahan Presiden Jokowi dimasa mendatang tentunya mempunyai porsi lebih bagi pengembangan UMKM selain kendali mutu SDM Entrepreunership bagi peran usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia.
Ini harus ada tindakan yang riil agar gerak pengusaha di tengah ekonomi dunia yang sedang mengalami tekanan pertumbuhan dapat dukungan dari Kabinet Menteri yang sebentar lagi diumumkan Presiden Jokowi, ujar praktisi dan Pengamat Bisbis Waralaba dan E -Business Dr. Erwin Halim kepada sketsindonews.(20/10)
Menurutnya, realisasi kongkrit dimana pemerintah harus mempunyai kebijakan mengembangkan atau membangun kantong – kantong ekonomi selain Kota Jakarta, Medan, Surabaya harus segera dilaksanakan.
Lebih penting lagi nantinya terkait sosok Menteri dalam membidangi kaitan perdagangan dan Industri untuk diharapkan diharapkan membantu perkembangan Waralaba dan e-Business khususnya, karena di kedua wilayah ini UMKM mudah untuk memulai StartUp, jelas Erwin.
Erwin pun menambahkan, begitu pula dengan permodalan yang relatif terjangkau dan dapat diduplikasi. Saya secara pribadi lebih melihat pemerintah sebaiknya mendukung ke arah bantuan teknis lebih banyak, bukan sekedar bantuan permodalan khususnya Industri kreatif nerbasis tehnologi dapat lebih digalakkan secara maksimal.
Peran Entreprenuer (wirausaha) muda ke depannya lebih dilibatkan, melihat sudah terbukti banyak bisnis rintisan (StartUp) Unicorn saat ini mulai muncul, berharap pemerintah lebih memacu lagi untuk hal ini secara bersamaan.
Dr.Erwin Halim, MM, MBA merupakan alumnus Universitas Indonesia, Univ Pierre Mendes France dan Binus University ini juga mengingatkan pemerintah Jokowi bahwa menyoal hal substansi lain terkait formulasi business UMKM sepenuhnya harus ada pengembangan sampai kehilir termasuk pemerintah daerah mampu mendorong regulasi, kelunakan serta peran distribusi yang hingga saat ini menjadi kendala.
Kebutuhan UMKM terhadap ekspor dan import setidaknya untuk dapat dituntaskan terhadap distribusi hingga keluar negeri (mancanegara) sehingga tidak ada lagi penutupan investasi serta kerja sama perdagangan terhadap peran pengusaha mikro di Indonesia, tutup Erwin.
nanorame












