Jakarta, sketsindonews – Penataan wilayah RW 06 yang merupakan kawasan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) terus ditata, dimana dengan terbentuknya sampah pilah bersama (Samtama) dilahan tersebut menjadi bentuk komposter dilingkungan.
Menurut Ketua RW 06 Kelurahan Kebon Kosong Ghurabillah sejak ditunjuk pemerintah DKI menjadi salah satu proyek pilah sampah berbasis masyarakat pihaknya terus melakukan pembentukan relawan samtama dari peduli warga.
“Sosialisasi dari sebanyak 14 RT kini telah rampung total 09 RT di RW 06 Kebon Kosong, namun hal ini sarana perluasan pemanfaatan lahan perlu di tunjang oleh berbagai pihak,” imbuh Ghurabilah, Minggu (24/11/19).
Menurutnya pihaknya telah mengirim surat kepihak Dirut PPKK tertanggal 13 November 2019 lalu, atas pemanfaatan lahan untuk dioptimalkan terhadap penataan lingkungan wilayah yang merupakan lahan asset PPKK (Sekneg) untuk tidak digunakan oleh para oknum wilayah atas alih bekerja sama dengan pihak PPKK.
Lahan di Kuasai Parkir Truck
“Secara bersamaan penertiban lahan yang dikuasai masyarakat oleh PPKK menjadi sangat positif, tapi kami menyangkan sebenarnya berharap lahan di RT 012 – RW 012 lokasi berdekatan pilah sampah juga untuk ditata, karena lahan itu kini dijadikan sebagai sarana parkir truck serta parkir umum dikuasai oknum atas alih ijin PPKK dengan luas lahan hampir 1.500 M2,” kata Suheri (34) warga Kebon Kosong.
“Warga meminta penataan kawasan PPKK dengan masuk penjagaan asset bisa dipertanggung jawabkan melalui lembaga aspirasi lingkungan guna mendukung kegiatan penataan program lingkungan,” tambahnya.
“Lahan 1500 M2 justru menjadi fungsi lain, kami berharap itu bisa dioptimalkan menjadi sarana fungsi lingkungan bagi pengembangan samtama gerakan masyarakat di Kebon Kosong saat ini menjadi proyek percontohan di DKI Jakarta,” pungkasnya.
(Nanorame)
Samtama RW 06 Kebon Kosong Menata Kawasan PPKK, Optimalisasi Asset Menjadi Bermanfaat
47.8K pembaca











