Soal Penghadangan FPI, IPW Pertanyakan Klaim Kepolisian

oleh
40.3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Lembaga swadaya masyarakat Indonesia Police Watch mengemukakan ada sejumlah kejanggalan pasca insiden dugaan penembakan oleh aparat dari Polda Metro Jaya terhadap simpatisan Habib Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 kemarin.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane kejanggalan yang pertama yaitu terkait kepemilikan senjata api laskar khusus Front Pembela Islam seperti yang disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya.

“Jika benar FPI mempunyai laskar khusus yang bersenjata, kenapa Baintelkam tidak tahu dan tidak melakukan deteksi serta antisipasi dini dan tidak melakukan operasi persuasif untuk melumpuhkan,” tutur Neta dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (7/12/20).

Kemudian Neta juga mempertanyakan apakah tim penyidik Polda Metro Jaya telah menerapkan aturan baku ketika menghadang kendaraan iring-iringan yang tengah mengawal Habib Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

“Mengingat polisi penghadang mengenakan mobil dan menggunakan pakaian preman,” kata Neta.

Ia juga mengungkapkan tim penyidik Polda Metro Jaya harus mampu membuktikan apakah benar laskar khusus FPI yang menembak terlebih dulu. “Jika benar, memang ada sejumlah tembakan itu dan apakah kepolisian memiliki bukti-bukti, misalnya ada mobil polisi yang terkena tembakan proyektil peluru yang tertinggal dari tembakan itu,” ujarnya.

Untuk itu pimpinan Polda Metro Jaya, kata Neta harus bisa membuktikan secara pasti lokasi baku tembak antara laskar khusus FPI tersebut dengan tim penyidik Polda Metro Jaya. “Di mana TKP tewas dan tertembaknya. Sebab menurut rilis FPI keenam anggotanya itu diculik bersama mobilnya di jalan tol.

(Sofyan Hadi)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap