Jembatan Hasil Swadaya Rusak, Aktivitas Warga Sampang Terganggu

oleh
29.1K pembaca

Sampang, sketsindonews – Warga Desa Kemoning, Kecamatan Kota Sampang, Jawa Timur, tidak bisa beraktivitas bebas, pasca jembatan gantung dari hasil swadaya masyarakat, rusak. Akibatnya pejalan kaki dan pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

Namun apabila ada warga yang bersepeda motor merasa was-was untuk melintas, biasanya mereka menitipkan sepeda motornya di rumah warga di sekitar jembatan. Mereka pun rela berjalan kaki demi keselamatannya.

Jembatan yang terbuat dari besi dan bambu tersebut, disaksikan banyak warga bahwa jika musim hujan, luapan air sungai cukup mengkhawatirkan, apalagi sampai mengancam terhadap keberadaan jembatan.

Gambar

Sementara keberadaan jembatan merupakan akses utama. Sehingga apabila rusak, bukan tak mungkin akses perekonomian warga terganggu.

Warga setempat, Maskur mengatakan, bahwa jembatan rusak tersebut sebenarnya sudah tidak layak dilalui. Sebab selain memang karena faktor usia, kerusakan yang terjadi bukan hanya kali ini saja.

“Jembatan rusak sering, namun kalau cuaca hujan, warga tidak langsung memperbaiki. Misalkan mau diperbaiki, biasanya memanggil warga tanpa mengonfirmasi ke Pemerintah Desa,” kata Maskur dalam keterangannya, Sabtu (02/01/21).

Maskur berharap kepada pemerintah setempat, agar tanggap dengan kondisi jembatan yang sudah tua yang hampir rapuh tersebut. Sebab meski kerusakan pada bagian alas, namun baginya sangat mengancam bagi siapa pun yang melintas.

Warga lain Agus mengungkapkan jika jembatan tersebut memang sering rusak, bahkan warga setempat sudah sering memperbaiki dengan cara swadaya dari hasil gotong-royong warga.

Dalam pengakuannya, pasca jembatan dibiarkan rusak, ada pengendara yang hendak melintas, namun hampir terjatuh. Sepeda motornya terperosok akibat alas jembatan yang menggelupas parah.

“Beruntung berkat bantuan warga, pengendara ini cepat ditolong hingga bisa menyelamatkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sampang Nurul Huda meminta pemerintah setempat agar responsif dalam menyikapi rusaknya jembatan, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Menurutnya, sebelum diperbaiki, jembatan rusak memang harus ditangani dengan langkah pengantisipasian pemerintah.

“Untuk dibangun jembatan baru, kita lihat dulu perencanaan dan usulan pemerintah. Kemudian melihat kekuatan anggaran. Kalau ini sudah mewadahi, program apapun akan segera ditangani pemerintah dengan cepat,” ungkap Politisi Partai Demokrat tersebut.

(nru/skt)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap