1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Rencana Pemilihan Ketua Pasar Poncol Senen Ditengah Pandemi, Disebut Tidak Kondusif

oleh
6.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Adanya Surat Edaran Sudin UMKM Kota Jakarta Pusat Nomor : 16/-1828 Tanggal 6 Januari 2020 Tentang diadakan pertemuan pilihan Ketua Kelompok Loksem Pasar Loak Poncol pada tanggal 11 Januari 2021 di Kantor Aula Kecamatan Senen menjadikan para pedagang poncol bertanya-tanya.

Terlebih pandemi saat ini kerumunan bisa menjadi cluster baru mengingat wilayah DKI manjadi sorotan, hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali lakukan perketatan psbb dalam mewaspadai serta wilayah sentra ekonomi untuk secara bersama membangun antisipasi Covid – 19.

Pemilihan Tidak Kondusif , Apa Korelasinya !

Gambar

Adanya pemilihan Ketua Kelompok bisa saja menjadi gejolak bila dimana Dinas UMKM DKI memaksakan adanya untuk melaksanakan pemilihan Ketua Kelompok pasar Poncol Bungur Senen.

Selain munculnya kerumunan tanpa protokoler kesehatan sebaliknya menjadi kisruh dengan berbagai anasir dari upaya kelompok lain memanfaatkan kondisi ditengah pandemi.

Pedagang Loak poncol Muhid (45) saat dikonfirmasi mengatakan, keresahan ini kembali muncul menjadi percikan untuk sekian kali, dimana kondisi saat ini pandemi ada saja pemanfaatan untuk membuat air keruh aktifitas pedagang kecil (UMKM) pasar poncol untuk tidak berjalan seiring membangun Tata Kelola kemandirian pasar loak untuk lebih baik.

“Tidak usah sebuah pasar loak sudah menjadi ikonik di Jakarta Pusat dan telah menjadi penggagas ekonomi kecil untuk tetap hidup kondisi saat ini di goyang hanya oleh kepentingan intervensi kelompok di luar lingkaran warga sekitar lingkungan,” ujarnya, Jumat (8/1/21).

“Saat ini pedagang hanya ingin pasar ini tetap berjalan ditengah kondisi kekinian terpuruk serta merta kehidupan bertransaksi ekonomi kecil serba sulit tetap berjalan tanpa adanya intrik dalam  menciptakan kekisruhan selalu tidak pernah tuntas pada gilirannya berdampak pada pedagang,” ucap Muhid.

“Terlebih ada indikasi dugaan Anggota DPRD lakukan intervensi, berupaya menggiring pada kelompok tertentu untuk secara instan lakukan tekanan kepada pihak Pemprov DKI untuk segera lakukan pergantian Ketua Kelompok di pasar loak poncol,” kata pedagang lain bernama Hasan (52)

“Jangan ini kami pedagang dijadikan sebuah momok atau kemungkinan lain hingga menggring satu polemik seiring aturan Tata Kelola sudah berjalan dengan baik mendapatkan value usaha serta tempat usaha menjadi tak tenang, tandas,” timpal pedagang lainnya bernama Asep, (34)

Plt Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Andriyansah saat ditanya sketsindonews mengukapkan, diakuinya pemilihan hal biasa, termasuk adanya laporan.

“Tapi sesungguhnya tak perlu menjadi kekuatiran jika semua pedagang selama ini berjalan sebagaimana alurnya termasuk Tata Kelola untuk menjamin iklim kondusif,” ucapnya.

Penguatan Kelompok Lingkungan

Dalam penyisiran sketsindonews pada kelompok masyarakat dan pedagang Loak poncol bahwa kasus pemaksaan pemilihan Ketua Kelompok justru menjadi terbalik bila iklim sudah kondusif dibiaskan menjadi alasan aturan main loksem untuk mengikuti aturan pergub.

Pertama, dikeluarkan Surat oleh Sudin UMKM No 3006/-1.828 Tentang percepatan pencapaian target retribusi Tanggal 7 desember 2020 pihak pasar loak secara management telah lakukan kewajiban target retribusi, walau ditengah pandemi tidak memenuhi target termasuk sebanyak 64 JP lainnya dengan menunjuk Ketua Kelompok lakukan komunikasi antar pedagang bersama Kasatpel Kecamatan menjadi verifikator penerimaan retribusi UMKM Jakarta Pusat.

Kedua, Secara internal pada Tanggal 6 April 2020 Tentang  pengukuhan kesepakatan pengurus pasar poncol menunjuk ibu Liliana sebagai pengelola sejak mendiang Almarhum Micky, dengan catatan dalam lampiran ada dukungan pedagang hingga 75 persen tetap untuk menjalankan pengelolaan pasar.

Ketiga, atas adanya Surat Dukungan Humas Pedagang Tanggal 28 Oktober 2020 yang dibuat serta dilaporkan ke pihak Dinas UMKM, Sudin UMKM itupun terlampir tercapai dukungan 75 persen lebih untuk Tata Kelola serta penunjukan agar tidak ada pemilihan mengingat kondisi pasar loak poncol agar lebih baik dan kondusif.

Keempat, penguatan kelembagaan lingkungan selama dimana sebanyak lingkungan sekitar (RW), LMK telah berjalan baik membangun potensi warga dengan keberadaan pasar loak poncol dalam pernyataan didepan awak media tanggal 8 Januari 2021.

Bahkan seiring itu para warga sekitar untuk meminta Sudin UMKM untuk membatalkan pemilihan Ketua ditengah pandemi selain pula nantinya berdampak satu gejolak hingga menjadi persoalan baru.

“Kondisi saat ini kami para lingkungan juga fokus pada fungsi penanganan Covid – 19 (gugus Covid) jangan lagi memunculkan beban warga sehingga pasar poncol menjadi bubar oleh karena kepentingan kelompok tanpa melihat sisi dampak pada lingkungan sekitar hanya karena informasi kelompok lain tanpa melihat dampak luas,” tutur Hari warga Bungur.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap