100 Hari Gubernur Kepri Disambut Aksi Demo HMI

oleh
48.2K pembaca

Tanjungpinang, sketsindonews – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan menggelar aksi demo di gerbang pintu masuk Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (7/6/21) sekitar pukul 10.20 Wib.

Puluhan Mahasiswa tersebut menggelar aksi demo dalam rangka mengevaluasi 100 hari kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) yang dinilai masih belum menunjukan peningkatan, khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi.

“Ada beberapa poin pernyataan sikap yang disampaikan Zulfikar Rahman sebagai ketua koordinator aksi tersebut diantaranya, terkait isu-isu pandemi Covid-19, Strategi penanggulangan Covid-19, dan penangan pemulihan ekomoni di Provinsi Kepri,” tutur Zulfikar.

Gambar

Tampak puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga dan Melarang Puluhan mahasiswa untuk masuk ke dalam Halaman Kantor Gubernur Kepri.

Zulfikar berjanji, dalam waktu dekat Dirinya bersama HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan akan kembali turun untuk melakukan aksi lanjutan dengan membawa masa yang lebih banyak.

Saat di konfirmasi awak media, Zulfikar mengatakan, belum bisa memastikan kapan dan berapa jumlah masa yang akan turun kembali, namun masa yang akan turun pastinya akan lebih banyak dari pada hari ini.

Aparat Kepolisian yang saat itu turut mengamankan aksi tersebut sempat melakukan mediasi dengan massa agar aspirasinya bisa disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur, Eko Sumbaryadi. Namun, hal itu ditolak oleh Mahasiswa.

Alfi Riyan Syaputra, salah seorang anggota HMI mencoba menyampaikan kepada eko staf Ahli Gubernur,” Pak kami mau ketemu gubernur dan Wakil gubernur, bukan mau jumpa pak eko,” tegasnya.

Kasat Binmas Polres Tanjungpinang AKP Zabaidah pada saat itu menjelaskan, Mahasiswa berkeinginan menyampaikan orasi di depan Halaman Kantor Gubernur, tetapi tidak diberi izin dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Boleh mereka masuk, tetapi kita siapkan di ruangan atas lantai 3, dengan syarat, mereka harus Rapid Tes, tetapi mereka tidak mau dikarenakan beberapa alasan”. pungkas Zubaidah.

(Ian)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap