Polisi Amankan 21M Dari Pinjol Ilegal

oleh
73.3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) mengamankan 21M dari praktek aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan Polri berupaya secara optimal untuk dapat menangani pinjaman online ilegal.

“Berusaha keras pinjol ilegal ini tidak tejadi lagi di masyarakat. Polri mendalami modus operandi yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab” katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, pada Senin (25/10/21).

Rusdi mengungkapkan kasus di Wonogiri, Polri menyelidiki, mendalami, dan mendapatkan informasi korban bunuh diri yang memiliki pinjaman 23 aplikasi, dimana aplikasi tersebut dikelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama yang memilimi 23 aplikasi pinjol ilegal.

“Mencermati kasus ini, ternyata dittipideksus mendapati modus yang sama. Dilaporkan ke bareskrim Polri. 0477/VIII/SPKT/Bareskrim Tanggal 10 Agusus 2021, ini memiliki modus yang sama” ucapnya.

Disisi lain, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus), Brigadir Jenderal Helmy Santika mengatakan, dalam pengungkapan tersebut ada delapan titik yang sudah dilakukan penindakan, penangkapan dan penahanan.

“Para pelaku yang telah ditangkap berperan sebagai operator baik bertugas melakukan penagihan maupun melakukan sms blasting dan sudah ditahan” kata Helmy.

Dari korban itu, Helmy bilang, akhirnya pihaknya melakukan pendalaman dan menangkap tiga orang yaitu JS, BN dan SR. ini ketiganya sudah dilakukan penangkapan.

“Dari penindakan ini, jajaran ditipideksus mengamankan barang bukti sejumlah dokumen akta pendirian solusi andalan lainnya, perjanjian kerjasama payment gateway” pungkasnya.

Sekedar informasi, sudah menyediakan hotline yang bisa digunakan masyarakat untuk berbagai informasi juga mengetahui update terkini terkait pelaksanaan pengungkapan pinjol melalui akun Instagram @satgas_pinjol_ilegal, dan Nomor Whatsapp 081210019202. (Fanss)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap