Rakernas PB Muaythai Indonesia Diduga Kangkangi AD/ART Koni, Ini Alasannya

oleh
25.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) dianggap tidak lazim. Buktinya, dalam kurun waktu dari Bulan Maret hingga November 2021 PBMI mengadakan dua kali.

Ketua Bidang Organisasi PBMI, Budi Irawan mengemukakan, setiap organisasi akan melaksanakannya (Rakernas) sekali dalam setahun.

“Memang di AD/ART Muaythai tidak disebutkan seperti itu, tapi selama ini yang kita lakukan mulai adanya Muaythai di Indonesia, Rakernas itu sekali dalam setahun, termasuk jika kita mengacu pada AD/ART Koni” ungkap Budi kepada Sketsindo saat dihubungi pada Selasa (16/11/21).

Dijelaskan Budi, PBMI sebagai anggota Koni harus mengacu kepada AD/ART Koni. “Kalo kita mengacu pada AD/ART Muaythai, gak ada itu perpanjangan sampai enam Bulan setelah PON” tambahnya.

Budi menilai, bahasa Rakernis atau Rakornis justru tidak ada didalam AD/ART. Jadi menurutnya sudah menyalahi AD/ART Muaythai.

Kendati demikian, Budi enggan mengatakan Rakernas yang diadakan PBMI pada tanggal 12-14 November 2021 tersebut ilegal. Namun jelas menyalahi AD/ART Koni maupun Muaythai itu sendiri.

“Padahal sudah saya sampaikan lho ke Andi Iskandar selaku Ketua Pengprov (Kaltim), dan beliau sudah sampaikan kepada Pak Bachri selaku Sekjen PBMI, entah bercanda atau gimana tapi beliau malah awalnya bahasanya Rakernaslub, nah malah salah, padahal kalau mau, gak usah kebelet gitu” ucap Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, dalam surat edaran dari Koni Pusat, apabila akan diadakan Musyawarah Nasional (Munas) harus didahulukan Rakernas dengan catatan salah satu agendanya ada pembahasan tata cara penjaringan Ketua Umum atau syarat-syarat untuk menjadi Ketua Umum.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi Koni Pusat Eman Sumusi membenarkan hal tersebut, AD/ART Koni harus menjadi acuan dari AD/ART induk Cabang Olahraga (Cabor) dan tidak bertentangan dengan AD/ART Koni.

“Kemudian ada instruksi di dalam AD/ART kepada pasal peralihan itu diberikan waktu satu masa bakti kepengurusan, jadi sebenarnya kepengurusannya kan sudah melewati masa bakti kepengurusan, harusnya sudah bisa menyesuaikan kira-kira begitu, jadi disebutkan bahwa Rakernas itu hanya satu kali dalam setahun” kata Eman kepada Sketsindo saat dibubungi pada Selasa (16/11/21).

Eman menjelaskan, hanya ada satu kali Rakernas dalam setahun didalam AD/ART Koni Pusat. Kenapa satu kali, lanjut Eman, Rakernas adalah salah satu instansi organisasi yang mengikat hasilnya.

“Jadi putusan-putusan itu harus mengikat dan itu harus dilaksanakan oleh jajarannya baik oleh PB nya (Pengurus Besar) sendiri maupun Pengprovnya (Pengurus Provinsi), oleh karena itu masa dalam satu tahun itu ada perubahan didalam organisasi yang diambil dari forum itu” pungkasnya.

Sekedar informasi, Rakernas pertama PBMI dilaksanakan pada Jumat 26 Maret 2021
di Ballroom Hotel Azizah Syariah Kendari, Sulawesi Tenggara. (Fanss)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap