Oleh: Letkol Sus Giyanto
Saat ini kita masih dalam suasana momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. yang jatuh di bulan Robbil ‘ulawal. Ketika kita bicara Maulid Nabi maka tidak akan pernah lupa Figur/sosok Muhammad, selain beliau sebagai bapak, paman, kakek, kepala Negara, yang sarat dengan ketauladanan, juga sebagai manusia istimewa karena sebagai peletak peradaban manusia dan perjuangan umat dalam rangka
kemaslahatan dan keselamatan umat manusia.
Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir adalah simbol pemimpin yang amat sukses yaitu mampu mewujudkan masyarkat yang idial yang ditandai dengan berbagai keberhasilan diantaranya: Pertama: Pemberdayaan umat dalam segala aspek kehidupan baik ekonomi, sosioal, budaya, politik dan hukum. Kedua: Muhammad satu-satunya Rasul yang memiliki histori yang jelas, yaitu pada usia 25 tahun disaat manusia sedang produktif, beliau diangkat menjadi Nabi. Pada usia 40 tahun saat matang -matangnya dalam berfikir, beliau diangkat menjadi Rasul, dan pada usia 60 tahun saat sudah tidak produktif lagi beliau memasuki masa pensiun.
Kedua: Rasul dikenal mempunyai pendirian yang teguh, Istiqomah, dan memiliki akhlaq yang mulia, sehingga selain mendapatkan gelar Ulul Azmi yang berarti memiliki keteguhan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyampaikan ajaran agama, juga mendapatkan gelar Al amin dengan empat sifat yang melekat beliau yaitu Shidiq (jujur), amanah (dipercaya), Tablegh (menyampaikan), dan Fathonah (Cerdas). Meskipun orang kafir qurais memberikan sebutan Al Majnun yang berarti gila. Sebagaimana dalam Surat Al Ahzab ayat 21, yang artinya “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah”.
Ketiga: Muhammad dalam berdakwah tidak dengan jalan kekerasan, tapi dengan lemah lembut dan menimbulkan simpati, bahkan karena dengan bijaksananya maka justru banyak kaum yahudi yang masuk Islam. Berdasarkan surat Nahl Ayat 125 yang artinya “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik”.
Keempat: Muhammad selalu menegakkan kebenaran meskipun dihadapkan tembok penghalang yang besar dan kuat, menurutnya meskipun matahari diletakkan tangan kanan dan bulan diletakkan tangan kiri maka tidak akan surut sedikitpun dalam berdakwah, kata Nabi Muhammad.
Kelima: Muhammad sebagai Pemimpin dan Kepala Negara merupakan tokoh Reformasi Yang sangat hebat. Kehebatan muhammad sebagai Rasul mempunya peran yang luar biasa menuju terwujudnya masyarakat madani. Ciri-ciri masyarakat Madani adalah: Hiterogen baik agama, suku, maupun berhala, adanya keseimbngan yaitu tidak egois atau sentiment, berbeda tapi penuh dengan toleransi antar umat beragama tanpa kehancuran. Menegakkan supremasi hukum yaitu adil tanpa pandang bulu, bahkan fatimah azzahra putri kesayangannya kalau mencuri dipotong tanganya.
Bentuk reformasi yang dilakukan Muhammad adalah beliau sebagai pemimpin bukan karena pengaruh Orang tua, Paman, atau saudara, tapi memang karena kwalitas Indvidu yang dimilikinya dan sumberdaya manusianya tinggi. Beliau satu-satunya pemimpin yang tidak mempunyai Istana dan pengawal akan tetapi justru bebas melakukan apa saja dalam mewujudkan masyarakat Madani. Oleh karena itu reformasi yang dibangun Nabi tidak diragukan lagi, terbukti banyak tokoh dunia kagum dan mengakui kehebatan Mihammad. Tokoh Iggris mengatakan Muhammad satu-satunya pemimpin yang tidak memiliki Istana. Tokoh Amerika mengatakan Muhammad pemimpin yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) tapai karema Sumberdaya Manusianya. Sedangkan Psikolog belanda mengatakan dari sekian Nabi dan Rasul hanya Muhammad yang memiliki histori yang jelas.
Untuk itu melalui momentum Maulid Nabi ini hendaklah kita banyak bersyukur karna menjadi umat Nabi Muhammad, memperbanyak Sholawat agar mendapatkan Safa’at, dan mampu meneladani Rasul dengan segala sifatnya berupaya menyebarkan paradigma Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.







