Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari membantah bahwa Dinas Kesehatan Jakarta Barat tutup mata terkait Klinik Sozo Tanjung Duren yang diduga mempekerjakan sejumlah dokter tak berizin.
“Saya sudah telusuri pada hari Jumat kemarin, dan dari data yang saya pegang tenaga kesehatan ada 4 dokter, semua berizin, ada dua perawat berizin, apoteker berizin, dan tenaga kefarmasian berizin” kata Erizon kepada Sketsindonews di Jakarta, Senin (14/10/24).
Erizon membeberkan, tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang membuat klinik tanpa izin di Jakarta Barat.
“Ada juga yang bandel, dan kami justru butuh masukan dari orang luar termasuk dari masyarakat, kanal-kanal aduan yang lain untuk memfeed back ke kami untuk kami bisa tau. Tapi perlu kami sampaikan untuk yang ini (Klinik Sozo) berizin” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan, Ani Ruspitawati mengatakan, Klinik Pratama Sozo Skin Clinic telah memenuhi standar ketenagaan minimal klinik Pratama.
“Pihak klinik memiliki perizinan klinik, tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diterbitkan oleh PTSP” kata Ani kepada Sketsindonews.com saat dihubungi, Jumat (11/10/24).
Dalam pemberitaan Sketsindonews.com sebelumnya, Dokter penanggung jawab dari salah satu Klinik kecantikan tersebut yakni Dokter Rendy mengatakan, sudah mengurus surat izin praktek.
“Sudah kok, sudah diurus” katanya kepada Sketsindonews.com, Rabu, (2/10/24).
Mirisnya, dari sumber yang didapat Sketsindonews.com, Dokter Rendy sudah berpraktek atau melakukan tindakan sekitar dua tahun dan dipercaya sebagai Dokter penanggung jawab Klinik tersebut.











