Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan percepatan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi prioritas nasional yang dilaksanakan secara terpadu lintas kementerian dan lembaga.
Penegasan tersebut disampaikan Pratikno saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait percepatan penanganan pascabencana di Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya percepatan pemulihan di tiga provinsi terdampak dengan dukungan anggaran yang memadai.
Menurut Pratikno, pemerintah terus memperbarui progres penanganan di lapangan serta menyelesaikan berbagai kendala lintas sektor. Sejumlah wilayah yang sempat terisolasi kini telah terbuka, sementara pemulihan akses jalan, logistik, listrik, BBM, LPG, dan layanan dasar masyarakat terus berlangsung.
Pemerintah memastikan ketersediaan logistik nasional dalam kondisi aman. Distribusi bantuan terus dioptimalkan, sekaligus mendorong penyerapan hasil pertanian lokal guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Penanganan pengungsi berjalan dengan dukungan BNPB, Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan relawan. Kementerian Kesehatan melaporkan seluruh rumah sakit di wilayah terdampak telah beroperasi, meski sebagian masih dalam tahap pemulihan layanan.
Pembangunan hunian sementara telah berjalan dan kini memasuki tahap persiapan hunian tetap. Di sektor infrastruktur, pemulihan konektivitas darat terus dikebut melalui pengerahan personel, alat berat, serta pembangunan jembatan darurat. Pemerintah juga menyiapkan genset untuk wilayah yang belum teraliri listrik secara optimal.
Pratikno menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi membangun wilayah terdampak agar lebih kuat, aman, dan berkelanjutan. Sinergi lintas kementerian dan lembaga akan terus diperkuat demi mempercepat pemulihan secara menyeluruh.






