1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Dua JPO Baru Jakarta Resmi Beroperasi

23.4K pembaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru di Pesanggrahan, Jakarta Barat, dan Pangkalan Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025) pagi. Pembangunan kedua JPO tersebut didanai melalui APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025.

Pramono menegaskan, pembangunan JPO tidak hanya berorientasi pada fungsi keselamatan dan mobilitas warga, tetapi juga mengedepankan desain estetis yang merefleksikan identitas budaya lokal. Ia menyebut, kehadiran JPO menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang aman, inklusif, dan membanggakan.

“Kami ingin membangun infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai seni serta mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat,” ujar Pramono saat peresmian JPO Pesanggrahan.

Gambar

Pembangunan kedua JPO berlangsung selama tujuh bulan, sejak Mei hingga Desember 2025. Seluruh proses dikerjakan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan pengguna, serta kualitas konstruksi jangka panjang.

JPO Pesanggrahan memiliki panjang 31,1 meter dengan desain terinspirasi dari logo Kota Administrasi Jakarta Barat, yakni ikan cupang serit dan anggrek dendrobium. Filosofi tersebut diwujudkan melalui fasad menyerupai sirip ikan, ornamen cupang serit, serta motif anggrek pada penutup bangunan lift.

“Desain ini menjadi simbol karakter masyarakat Jakarta Barat yang dinamis, berani, dan terus berkembang,” kata Pramono.

Sementara itu, JPO Pangkalan Jati di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, membentang sepanjang 27,8 meter dengan konsep daun pinang. Tema ini diambil dari asal-usul nama Cipinang dan melambangkan keteguhan, kehidupan, serta pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selain mengusung desain artistik, kedua JPO dilengkapi fasilitas lift ramah disabilitas, lansia, ibu hamil, dan orang tua dengan balita. Pemprov DKI Jakarta juga memasang pencahayaan dekoratif serta CCTV untuk meningkatkan keamanan pejalan kaki.

Pramono berharap, kehadiran JPO tersebut dapat meningkatkan keselamatan sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan bangga. JPO ini juga ramah disabilitas, ada lift, sehingga kami berharap dapat dirawat bersama-sama,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, hingga November 2025, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah melakukan pemeliharaan dan revitalisasi delapan JPO lain di berbagai wilayah Jakarta, meliputi perbaikan struktur, peningkatan aksesibilitas, serta penataan pencahayaan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kenyamanan pejalan kaki.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap