37.4K
pembaca
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang berdampak serius terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak. Fasilitas kesehatan tingkat desa dilaporkan belum dapat beroperasi normal akibat kerusakan bangunan serta hilangnya sejumlah peralatan medis penting.
Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah, mengungkapkan kondisi pascabanjir membuat layanan kesehatan terhenti. Sejumlah ruang pelayanan belum bisa digunakan, sementara banyak alat kesehatan hanyut terbawa banjir.
“Tempat tidur pasien, tabung oksigen, hingga perlengkapan infus ikut hanyut. Kami sangat berharap ada perhatian agar pelayanan kesehatan bisa kembali berjalan,” ujar Siti Aisyah.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Kesehatan RI menurunkan Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat respons krisis kesehatan di wilayah terdampak banjir, termasuk desa-desa dengan akses terbatas.
Tim relawan memberikan layanan kesehatan di posko pengungsian sekaligus menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan transportasi. Selain pelayanan medis, relawan juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat guna mendukung pemulihan layanan kesehatan dasar.
Kementerian Kesehatan menegaskan penanganan krisis kesehatan pascabencana akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, hingga fasilitas kesehatan kembali pulih dan masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara optimal.












