Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Kemenag Perkuat Zakat sebagai Perlindungan Sosial Penanganan Bencana Sumatra

oleh
oleh


38.9K
pembaca

Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial keagamaan dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra. Melalui skema sinergi nasional zakat, dana umat dialihkan menjadi intervensi terukur bagi penyintas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025 hingga awal Januari 2026.

Kebijakan ini dikembangkan melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, dengan mendorong transformasi pengelolaan zakat dari pola karitatif menuju sistem perlindungan sosial umat yang berkelanjutan, mencakup fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Pada tahap darurat, sinergi Kemenag bersama BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) menyalurkan 385.330 porsi makanan siap saji kepada penyintas. Penyaluran tersebut meliputi 276.656 porsi di Aceh, 57.472 porsi di Sumatra Utara, dan 51.202 porsi di Sumatra Barat. Selain itu, sebanyak 239.021 paket sembako dan logistik keluarga didistribusikan untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga terdampak.

Gambar

Di sektor kesehatan, zakat mendukung operasional 37 titik pos layanan kesehatan yang melayani 10.497 jiwa. Pos tersebut tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan dukungan 5.874 relawan dan personel respon yang terjun langsung memastikan layanan berjalan optimal dan berkesinambungan.

Memasuki fase pemulihan, zakat diarahkan pada intervensi struktural. Dompet Dhuafa membangun 1.000 unit Rumah Sementara (Rumtara) di tiga provinsi terdampak, dengan 200 unit ditargetkan rampung pada Januari 2026. Sementara itu, Rumah Zakat membangun 100 unit hunian sementara di Aceh Utara, disertai pelatihan konstruksi kayu bagi warga guna memperkuat kapasitas masyarakat lokal.

Zakat juga menopang keberlanjutan layanan dasar lainnya. Di bidang pendidikan dan keagamaan, disalurkan 29 ribu mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra serta 3.548 paket bantuan pendidikan. Untuk air bersih dan sanitasi, didukung distribusi 1,3 juta liter air bersih, pembangunan 60 sumur bor, serta pengadaan 10 unit alat filter air siap minum. Selain itu, disediakan 35 unit genset dan 15 perangkat Starlink guna menjaga konektivitas wilayah terdampak.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa zakat harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem jaminan sosial umat.

“Zakat tidak boleh berhenti sebagai respons darurat. Ia harus bekerja sebagai sistem perlindungan sosial umat yang menjaga akses penyintas terhadap pangan, air bersih, pendidikan, listrik, dan konektivitas untuk memulihkan kehidupan mereka,” ujar Waryono.

Melalui pendekatan ini, zakat diposisikan bukan sekadar bantuan berbasis empati sesaat, melainkan instrumen kebijakan sosial-keagamaan yang memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi krisis yang kian kompleks dan berulang.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Baca konten dgn suara
Speed: 1x
Ready