Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Pramono Anung Tinjau Pengungsi Banjir Rawa Buaya, Tambah Pompa dan Salurkan Bantuan

26.3K pembaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/1). Dalam kunjungan tersebut, Pramono memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi sekaligus menyerahkan bantuan logistik.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras 500 kilogram, minyak goreng 50 pouch, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 unit, matras 100 unit, selimut 100 unit, family kit 100 paket, serta pakaian anak 10 paket. Selain itu, PMI Provinsi DKI Jakarta turut memberikan bantuan berupa minyak penghangat tubuh.

“Pagi ini kami datang ke pengungsian Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Pramono.

Gambar

Hingga Sabtu pagi, tercatat 45 kepala keluarga (KK) atau 177 jiwa mengungsi di lokasi tersebut. Pramono memastikan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat dan penanganan banjir terus dilakukan secara maksimal.

Untuk mempercepat surutnya genangan, Pemprov DKI Jakarta menambah empat unit pompa, sehingga total pompa di lokasi menjadi tujuh unit. Selain itu, dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan intensitas dua hingga tiga kali per hari guna menekan curah hujan.

“Target utama kami adalah menurunkan curah hujan agar warga bisa segera kembali ke rumah,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, banjir di sejumlah wilayah Jakarta Barat dipengaruhi kiriman air dari daerah hulu, terutama dari Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui aliran Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain. Saat ini, permukaan air di Cengkareng Drain telah turun dari 350 sentimeter menjadi 315 sentimeter, mendekati batas aman 310 sentimeter.

“Sebagian besar ruas Jalan Daan Mogot sudah bisa dilalui. Tinggal satu titik genangan di KM 13,” ujarnya.

Dalam penanganan banjir Jakarta Barat, Pemprov DKI mengerahkan 152 pompa stasioner, 76 pompa mobile, dan 60 pompa portable, didukung 49 rumah pompa. Sejumlah alat berat juga diterjunkan, antara lain 99 dump truck, 59 excavator, 6 combi jetting, serta alat pendukung lainnya. Tambahan empat unit pompa turut didatangkan dari Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Pemprov DKI juga membuka pos kesehatan dan layanan sosial di sejumlah titik pengungsian. Koordinasi lintas perangkat daerah terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Pramono menambahkan, penyumbatan sampah di sungai sudah menurun signifikan. Namun, banjir kali ini dipicu curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa titik.

“Karena kondisi ini, kebijakan work from home dan school from home telah disetujui dan surat edarannya sudah dikeluarkan,” ujarnya.

Untuk jangka menengah dan panjang, Pemprov DKI akan melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Sementara jangka pendek difokuskan pada OMC, pembersihan saluran air, serta edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Tanpa kerja sama semua pihak, banjir bisa terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” pungkas Pramono.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap