Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Semesta Ramadan Asri di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Joyful Ramadan Mubarak melalui program literasi dan kolaborasi Teras ZaWa (Zakat dan Wakaf) dengan tema “Menghidupkan Ekosistem Kebaikan Lewat Zakat dan Wakaf.”
Perkuat Literasi dan Tata Kelola
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan pentingnya literasi publik dalam membangun tata kelola zakat dan wakaf yang transparan serta berdampak langsung bagi masyarakat.
“Zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi instrumen sosial yang harus memberi manfaat nyata. Melalui literasi dan kolaborasi, dana umat harus dikelola secara akuntabel,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sistem zakat dan wakaf nasional menjadi bagian penting dari strategi perlindungan sosial berbasis keagamaan.
Rangkaian Edukasi dan Layanan Publik
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–18.00 WITA ini menghadirkan sejumlah agenda, antara lain:
- Syiar Cahaya Zakat
- Syiar Ekoteologi Wakaf
- Talkshow Zakat dan Wakaf
- Showcase Produk Zakat Wakaf
- Majelis Berkah
- Booth Pelayanan Zakat dan Wakaf
Booth layanan menyediakan konsultasi pembayaran zakat, wakaf uang, pengelolaan wakaf produktif, hingga pendampingan calon nazir dan pengelola zakat.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi publik dalam ekosistem zakat dan wakaf nasional.
450 Paket Sembako Disalurkan
Semesta Ramadan Asri juga menjadi ajang kolaborasi berbagai lembaga zakat dan wakaf.
Sebanyak 450 paket sembako disalurkan kepada masyarakat sekitar IKN, terdiri dari:
- 50 paket dari Dompet Dhuafa
- 300 paket dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur (masing-masing senilai Rp600.000)
- Dukungan dari sejumlah mitra lainnya
Distribusi ratusan paket takjil dan nasi siap santap juga dilakukan melalui sinergi Dompet Dhuafa, LAZ IZI, dan LAZ Munzalan.
Booth partisipan turut diisi oleh BAZNAS RI, LAZ Rumah Zakat, LAZ Swara Mandiri, Nazhir Trubus Wakaf Produktif, serta LAZ BMH bersama Kemenag Kota Balikpapan.
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat
Kegiatan ini juga menampilkan produk UMKM binaan LAZ, BAZNAS, dan nazir wakaf produktif sebagai bukti bahwa dana umat tidak hanya disalurkan secara konsumtif, tetapi juga dikelola untuk pemberdayaan ekonomi mustahik.
“Sinergi antar lembaga menjadi kunci agar zakat dan wakaf tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi mampu membangun kemandirian dan memperkuat ekosistem ekonomi umat secara berkelanjutan,” tegas Waryono.
Melalui program Joyful Ramadan dan Teras ZaWa di IKN, Kemenag mendorong optimalisasi zakat dan wakaf sebagai instrumen penanggulangan kemiskinan dan penguatan nilai keagamaan dalam pembangunan nasional.






