1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

PHM Tancap Gas! Platform Kedua Sisi Nubi AOI Resmi Onstream

12.1K pembaca

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan lapangan migas lepas pantai. Perusahaan resmi mengoperasikan (onstream) Platform WPS-5 yang berada di Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5), Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada akhir bulan Februari 2026 ini.

Pengoperasian ini menandai dimulainya produksi perdana dari dua sumur baru, yakni SS-505 dan SS-504, sekaligus pengujian menyeluruh fasilitas produksi di Platform WPS-5 beserta jaringan pipanya. Keberhasilan tersebut melanjutkan capaian sebelumnya setelah Platform WPS-4 lebih dahulu beroperasi pada 4 Desember 2025. Secara kumulatif, dua platform tersebut kini menyumbang produksi gas sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Proyek SNB AOI 1-3-5 merupakan bagian dari strategi PHM untuk mempertahankan tingkat produksi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pasokan gas nasional. Dari total enam platform yang direncanakan dalam proyek ini, dua telah beroperasi, satu berada dalam tahap persiapan well intervention dan well connection, sementara dua lainnya masih dalam proses pengeboran.

Gambar

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa tambahan produksi dari dua sumur baru di WPS-5 menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan operasi di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional serta agenda swasembada energi pemerintah.

Sumur SS-505 mulai mengalir pada 21 Februari 2026 setelah melalui tahapan pembersihan (clean-up) menggunakan sand filter guna menjaga keandalan fasilitas. Produksi awal tercatat mencapai 12 mmscfd sebelum dilakukan penyesuaian bertahap (ramp down) untuk memantau respons reservoir dan performa sumur. Setelah seluruh tahapan dinyatakan aman, sumur tersebut kembali beroperasi dengan target produksi stabil di kisaran 10–11 mmscfd.

Tahapan serupa diterapkan pada Sumur SS-504 yang memasuki fase clean-up pada 23–24 Februari 2026. Setelah proses pembersihan akhir, sumur ini mencapai laju produksi 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64 inci sesuai prosedur operasi yang ditetapkan.

Setyo menambahkan, optimalisasi proyek dilakukan dengan mengedepankan inovasi dan penerapan teknologi, selaras dengan kebijakan induk usaha PHM, yakni PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga tingkat produksi sekaligus menekan laju penurunan alami lapangan migas yang telah memasuki fase mature di wilayah Kalimantan.

Sebagai operator Wilayah Kerja Mahakam, PHM menjalankan kegiatan usaha hulu migas dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui sinergi bersama SKK Migas dan entitas afiliasi di bawah PHI, perusahaan terus mendorong inovasi guna memastikan produksi energi berlangsung secara aman, efisien, andal, serta ramah lingkungan demi mendukung kebutuhan energi nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap