Munjirin Dorong Pelaku Jakpreneur Jaktim Naik Kelas Lewat Digitalisasi

oleh
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Ekonomi Kreatif bagi pelaku Jakpreneur di Novotel Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026).
9.5K pembaca

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif di Novotel Pulomas, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif melalui Pengembangan Produk, Digitalisasi, Pemasaran, serta Pelaporan Kinerja dan Keuangan” itu berlangsung selama tiga hari, 19–21 Mei 2026.

Sebanyak 300 pelaku usaha ekonomi kreatif yang tergabung dalam program Jakpreneur mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dengan masing-masing 100 peserta setiap harinya.

Gambar

Munjirin mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.

“Dalam menjalankan usaha tentu ada berbagai kendala dan tantangan. Karena itu, pelaku Jakpreneur perlu mendapatkan bimbingan teknis agar usaha mereka terus berkembang,” kata Munjirin.

Ia menjelaskan, materi pelatihan mencakup strategi pemasaran, pengelolaan modal, pengemasan produk, digitalisasi usaha, hingga manajemen keuangan.

Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu kunci penting agar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.

“Dalam bimbingan ini peserta juga diajarkan soal digitalisasi usaha, termasuk bagaimana mengintegrasikan pengelolaan UMKM dari hulu sampai hilir melalui aplikasi,” ujarnya.

Munjirin menambahkan, Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mendorong penguatan ekosistem Jakpreneur, termasuk akses pemasaran dan permodalan bagi pelaku usaha.

“Bagaimana pemasaran memerlukan jaringan yang kuat, begitu juga tambahan modal membutuhkan dukungan sumber pembiayaan. Semua itu sedang kami dorong agar pelaku usaha semakin berkembang,” katanya.

Selain pelatihan, Pemkot Jakarta Timur juga menyiapkan dukungan lanjutan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata dalam pengembangan usaha mereka.

Munjirin berharap komunikasi antara peserta, narasumber, dan berbagai pihak pendukung tetap terjalin setelah kegiatan selesai sehingga mampu menciptakan kolaborasi berkelanjutan.

“Harapannya, pelaku Jakpreneur Jakarta Timur semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap