1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Produksi Beras Melimpah, Mentan Amran: Cadangan Nasional Aman 324 Hari

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan keterangan pers mengenai kondisi ketersediaan pangan nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Sumber: pertanian.go.id)
12.9K pembaca

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data terbaru hingga Maret 2026, ketersediaan beras nasional dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3/2026), Mentan Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional berada pada kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, angka yang lebih tinggi dibandingkan konsumsi rata-rata nasional sebesar 2,59 juta ton per bulan.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran.

Gambar

Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Angka tersebut terdiri dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

Menurut Amran, tingginya produksi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian nasional tetap tangguh meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.

Selain itu, stok beras pemerintah yang dikelola BULOG diperkirakan akan terus meningkat seiring datangnya masa panen raya di sejumlah daerah. Saat ini stok BULOG mencapai sekitar 3,7 juta ton, dan diprediksi bisa menembus 5 juta ton dalam dua bulan ke depan.

“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.

Untuk menjaga produksi tetap stabil, pemerintah juga melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat perubahan iklim. Salah satunya melalui program pompanisasi yang telah diterapkan pada lahan pertanian seluas 1,2 juta hektare, dan pada tahun ini akan ditambah 1 juta hektare lagi.

Selain pompanisasi, pemerintah juga menyiapkan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi selama musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ungkap Amran.

Di sisi lain, kondisi sejumlah komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga dilaporkan berada dalam kondisi surplus, yang semakin memperkuat stabilitas pangan nasional.

Mentan Amran juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani berada dalam kondisi aman. Bahkan, harga pupuk saat ini tercatat turun sekitar 20 persen, yang diharapkan dapat meningkatkan semangat petani untuk terus menanam.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan nasional tetap stabil meskipun dunia menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino.

“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

Pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa yang telah direhabilitasi sebagai strategi menjaga produksi saat musim kering, mengingat lahan tersebut dinilai tetap produktif meski pasokan air di daerah lain terbatas.

“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap