Usai meninjau langsung lokasi tabrakan kereta api di Bekasi Timur, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melanjutkan peninjauan ke RSUD Kota Bekasi pada Senin (27/4) malam untuk memastikan kondisi korban yang telah dievakuasi mendapatkan penanganan optimal.
Di ruang perawatan, Wali Kota menyapa satu per satu korban yang tengah menjalani perawatan medis. Sejumlah pasien tampak masih dalam kondisi syok, sementara lainnya mengalami luka akibat benturan saat insiden terjadi.
“Yang paling penting malam ini adalah memastikan seluruh korban tertangani dengan baik. Pemerintah Kota Bekasi hadir untuk memastikan tidak ada yang terlewat, baik dari sisi medis maupun pendampingan keluarga,” ujar Wali Kota di sela kunjungannya.
Pria yang akrab disapa Mas Tri ini juga berdialog langsung dengan tenaga medis dan manajemen rumah sakit untuk memastikan ketersediaan ruang perawatan, tenaga kesehatan, serta percepatan penanganan bagi korban dengan kondisi lebih serius.
Seorang korban, AB (34), yang mengalami luka di bagian kepala dan lengan, menceritakan detik-detik kejadian saat kereta yang ditumpanginya tiba-tiba terguncang keras.
“Saya lagi duduk, tiba-tiba keras banget benturannya. Lampu sempat mati, orang-orang panik. Saya langsung coba keluar, banyak yang bantu juga,” ujarnya dari tempat tidur perawatan.
Hal serupa disampaikan SS (28), yang mengaku masih syok atas kejadian tersebut. “Masih gemetar sampai sekarang. Tapi tadi petugas cepat bantu evakuasi, langsung dibawa ke sini,” katanya.
Wali Kota memastikan seluruh biaya penanganan akan ditanggung pemerintah agar proses pelayanan berjalan tanpa hambatan.
“Kami ingin korban fokus pada pemulihan. Soal penanganan dan kebutuhan lainnya, kami pastikan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga membuka posko informasi bagi keluarga korban untuk memudahkan pencarian data dan memastikan setiap korban teridentifikasi dengan baik.
Hingga saat ini, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif, sementara tim medis terus melakukan observasi lanjutan untuk memastikan tidak ada kondisi yang terlewat pasca kejadian.











