BEM Pesantren Seluruh Indonesia Kecam Rizieq Sihab atas Hinaan kepada KSP Jenderal Dudung

oleh
Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia Ahmad Tomy Wijaya
25.3K pembaca

Badan Eksekutif Mahasiswa Pesantren Seluruh Indonesia melalui Koordinator Pusat Ahmad Tomy Wijaya menyampaikan keprihatinan atas munculnya pernyataan bernada provokatif terhadap Dudung Abdurachman yang dinilai berpotensi memecah persatuan.

Menurut Ahmad Tomy Wijaya, kritik dalam demokrasi merupakan hal yang sah, namun harus disampaikan secara santun, bertanggung jawab, dan tetap menjaga nilai persaudaraan.

“Kami menilai narasi yang disampaikan cenderung provokatif dan tidak memberikan pendidikan yang baik bagi umat. Tokoh agama seharusnya menjadi penyejuk, bukan memperkeruh suasana,” ujarnya.

Gambar

Ia menegaskan kebebasan berpendapat harus dibingkai dengan etika serta nilai-nilai keislaman yang mengedepankan perdamaian dan persatuan.

“Kritik terhadap pemerintah adalah hal yang sah, tetapi tidak boleh mengarah pada ujaran yang merendahkan atau memicu perpecahan,” katanya.

BEM Pesantren Seluruh Indonesia juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Ahmad Tomy, tokoh agama dan tokoh publik perlu lebih bijak dalam menyampaikan pandangan, terutama di era digital ketika informasi menyebar dengan cepat dan luas.

“Kami mengingatkan bahwa setiap ucapan memiliki dampak besar. Karena itu penting mengedepankan tabayyun, menjaga lisan, dan membangun dialog yang santun,” tambahnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kondusivitas nasional dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Bangsa ini membutuhkan keteduhan dan persatuan. Sudah saatnya menghadirkan narasi yang menyejukkan dan memperkuat persaudaraan,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap